LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Industri

Senin, 27 Desember 2021 - 18:41 WIB

PERSAMI Plus Kopi Liberika Hasilkan Program Kemajuan Kopi Di Tahun 2022

Dalam diskusi tersebut juga ditarik pokok masalah utama yang perlu dipikirkan dan ditanggulangi di tahun 2022, Pak Yurmansyah dari Betara Civet menyampaikan pendapatnya ;

“Masalah Kopi Liberika di Tanjung Jabung Barat tidak lagi hanya sekedar bagaimana memasarkan kopi liberika, namun bagaimana stabilitas dan keamanan sumber bahan baku kopi liberika tetap terjaga. Kita dapat merasakan bahwasanya bahan baku kopi liberika disini semakin lama semakin berkurang, sementara permintaan terus naik. Jika ini dibiarkan, apa lagi yang mau dijual nantinya?” Ujarnya.

Senada dengan itu, Mas Hari Hadi dari Ekowisata Sukorejo juga menyampaikan hal yang nyaris sama.

“Masalah kita bersama sebenarnya yg utama bukan di pemasaran, saya kira masalah pemasaran masing-masing UMKM kopi disini juga sudah memikirkan dan memiliki strategi sendiri-sendiri, tapi masalah bahan baku? Itu kan bukan domainnya hilir. Disini banyak kebun teman-teman yang sudah kurang produktif karena kebanjiran dan bahkan banyak yang dirubah jadi kebun pinang dan sawit” ujar Mas Harihadi.

“Nah, dengan sumberdaya bahan baku yang semakin berkurang itu, salah satunya menjadi dasar bagi kami untuk diversifikasi ke lini bisnis lain, seperti ekowisata dan merchandise. Seperti event ini, mungkin juga akan kami coba buat di tahun depan sebagai event di Ekowisata Sukorejo” tambahnya.

Di satu sisi, KUB Haji Bangun juga merumuskan fokus kerjanya pada tahun 2022. Fokus pertama yaitu pembangunan kebun contoh kopi liberika yang adaptif terhadap alam dan lingkungan di KUB Haji Bangun. Kedua, pembangunan sanggar dan melanjutkan pembangunan sentra produksi KUB Haji Bangun. Ketiga, penguatan pembangunan sumber daya manusia yang akan menopang KUB Haji Bangun. Mas Firdaus menilai hal ini perlu dipercepat mengingat ada informasi bahwa pembangunan infrastruktur jalan di sekitar Sungai Terap akan segera dibangun dalam tiga tahun ke depan.

Baca Juga  Tingkatkan SDM, Karang Taruna Tanjab Barat Gelar Pelatihan UMKM Berbasis Digital

“Ini perlu diantisipasi dengan menyiapkan SDM disini, karena akses jalan yang bagus akan menimbulkan efek domino yang besar bagi peningkatan ekonomi. SDM disini harus siap menyambut hal tersebut” ujarnya.

Merangkum semua pendapat yang mengemuka dalam diskusi di PERSAMI Plus Kopi Liberika, dapat ditarik beberapa pokok masalah yaitu :

Pertama, pengamanan bahan baku, dalam hal ini perbaikan dan pengamanan kebun kopi yang ada. Para peserta berharap dan akan mendorong keterlibatan pemerintah secara lebih aktif untuk memperhaiki drainase dan pembuangan air. Seperti diketahui dalam berbagai literasi ilmiah, kebun di lahan gambut membutuhkan drainase yang sangat baik untuk menjamin daya dukung lahan bagi kebun kopi.

Kedua, penguatan sistem dan SDM di masing-masing internal pegiat kopi. Hal ini mutlak harus dilakukan untuk menjamin usaha-usaha tetap hidup. Usaha perkopian yang hidup dan bergerak maju dibutuhkan untuk menyerap kopi yang ada, termasuk untuk meningkatkan nilainya sehingga dapat menjamin stabilitas serapan dan stabilitas harga di tingkat lokal.

Baca Juga  PRI Bumi Bongkar Dugaan Perampasan Hutan Negara di Jambi, Ahin Dilaporkan ke Kejagun

Ketiga, kolaborasi antar pegiat kopi. Seperti disampaikan oleh Pak Yurmansyah ;

“Pintu masuknya bisa dari siapa saja, yang penting kita dapat memenuhi permintaan tersebut, apakah itu secara pribadi maupun bersama tidak jadi soal, tergantung rejeki masing-masing” ujarnya.

Kemampuan memenuhi permintaan pasar ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen terkait kesiapan pegiat kopi liberika di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Kolaborasi antar pegiat kopi juga harus digalakkan dalam berbagai event, tidak hanya dalam memenuhi permintaan pasar. Kampanye kopi liberika harus dilakukan secara terus-menerus, dan terencana. Hal ini untuk menjaga branding kopi liberika agar tidak terputus. Dan akan lebih mudah jika hal tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama. Dalam hal ini, Travelnatic sebagai media partner kegiatan PERSAMI + Kopi Liberika siap mendukung kampanye kopi liberika dan ekowisata di kedua kabupaten, termasuk di Provinsi Jambi.

Tiga fokus utama tersebut akan diimplementasikan oleh masing-masing peserta dengan modifikasinya masing-masing. Pastinya seluruh peserta berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan kolaboratif terkait dunia perkopian dan sekitarnya pada tahun 2022 mendatang. (*)

Share :

Baca Juga

Industri

AMAGRA Rilis Single Natal “Natal Terindah”, Ajak Pendengar Alami Makna Natal yang Personal

Events

Barista Kopi Kuale Ikuti Uji Kompetensi Barista yang di Adakan Yayasan Etalase Jambi

Industri

DJ Vizta Lee Rilis Remix EDM Pertama Lagu “NAMU” Karya Sable Hills

Industri

Perbaikan Kabel Induk Bawah Tanah Mengakibatkan Indihome di Kuala Tungkal Gangguan

Industri

Mengenal Muhammad Aliyudin, Founder Campfest

Industri

Standardisasi Kopi Liberika Telah di Sampaikan Pada Munas 1 Dekopi di Padang

Industri

Petani Rengas Lestari Resmi Terdaftar di HKI

Industri

Skandal Pembalakan Liar di Hutan Lindung Tanjung Manggis: Dua Nama Besar Diduga “Kebal Hukum”, Publik Geram!
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!