Skandal Pembalakan Liar di Hutan Lindung Tanjung Manggis: Dua Nama Besar Diduga “Kebal Hukum”, Publik Geram!

Avatar

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANTANJAB.COM — Aroma busuk praktik pembalakan liar kembali tercium tajam dari jantung hutan lindung Tanjung Manggis, yang masuk wilayah Desa Permata dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru alam dan pelindung ekosistem kini justru dibabat habis oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Dua nama berinisial SY dan PT mencuat ke permukaan, disebut-sebut sebagai dalang utama di balik aksi ilegal ini. Lebih mencengangkan, keduanya diduga memiliki “tameng kuat” yang membuat mereka seolah kebal terhadap hukum. Tak ada proses hukum, tak ada tindakan tegas hanya kesunyian mencurigakan dari aparat penegak hukum, meskipun bukti dan laporan telah melimpah.

Padahal, kasus ini sudah viral di media sosial, disuarakan oleh banyak aktivis dan masyarakat setempat. Namun hingga kini, tak satu pun langkah hukum tampak nyata. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melindungi mereka?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu anggota Tim Investigasi Kujang, yang turun langsung ke lokasi, membongkar fakta mencengangkan. Mereka menemukan ratusan kubik kayu balok siap angkut, lengkap dengan somel aktif (tempat penggergajian kayu) yang diduga milik SY dan PT. Semua bukti ini didokumentasikan dalam video dan foto, yang kini menjadi senjata kuat untuk mendesak penegakan hukum. “Kami melihat langsung. Kayu berserakan, somel beroperasi. Ini bukan isapan jempol. Tapi anehnya, semua seolah tak terlihat oleh penegak hukum,” ujar anggota tim investigasi.

Kerusakan hutan bukan hanya soal pohon yang ditebang. Ini soal ekosistem yang hancur, soal hilangnya rumah bagi satwa liar, dan potensi bencana ekologis di masa depan. Namun, ketika hukum tak bisa bergerak karena tekanan atau intervensi, siapa yang akan membela hutan?

Publik kini bertanya dengan lantang yaitu
Siapa dalang sebenarnya? Siapa yang bermain di belakang layar? Apakah hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas?

Masyarakat, aktivis lingkungan, dan pemerhati hukum kini bersatu menyuarakan hal yang sama yakni usut tuntas kasus ini! Jangan biarkan segelintir orang menghancurkan masa depan hanya demi keuntungan sesaat. Jangan biarkan hukum kehilangan wibawa karena takut pada kekuasaan bayangan. Jika negara ini ingin disebut sebagai negara hukum, maka inilah saatnya membuktikan. (TIM)

Berita Terkait

AMAGRA Rilis Single Natal “Natal Terindah”, Ajak Pendengar Alami Makna Natal yang Personal
DJ Vizta Lee Rilis Remix EDM Pertama Lagu “NAMU” Karya Sable Hills
Profil Rivaldi Putra: Dari Kesederhanaan Menuju Dampak Positif Lewat Konten
PRI Bumi Bongkar Dugaan Perampasan Hutan Negara di Jambi, Ahin Dilaporkan ke Kejagun
Mengenal Muhammad Aliyudin, Founder Campfest
Profil Aristo August Content Creator dengan Konten Fotografinya
Mengenal Aldo Gusmawan Content Creator Fotografi dan Videografi
Perbaikan Kabel Induk Bawah Tanah Mengakibatkan Indihome di Kuala Tungkal Gangguan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:35 WIB

UINKA Serahkan 14 Mahasiswa KKN di Desa Kempas Jaya, Siap Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:34 WIB

AOPGI dan ALTI Tanjab Barat Latihan Bersama, Siapkan Penggiat Olahraga Hadapi FORPROV KORMI Jambi 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Penanganan dan Dampak Kesehatan Jadi Perhatian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Peduli Dampak Karhutla, BB 1% MC Jambi Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Karang Taruna Soroti Segudang Masalah PT SLUM: Kematian Pekerja, HGU, hingga Pasokan Sawit dari Kawasan Hutan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Optimalkan Fungsi Kantor, GAPERKASINDO Jambi Benahi Gedung Dua Lantai

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kasus Ikhwan Belum Tuntas, OJK Turun Memfasilitasi, Ombudsman Segera Bahas Laporan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Praktik Kotor Leasing ACC di Bungo, Korban Minta Polisi Turun Tangan: Ini Kronologinya?

Berita Terbaru