LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Tanjab Barat

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

APPSI Batang Hari Resmi Dilantik, Ari B. Pratiwi (Riri) Dorong Penguatan Pedagang dan Modernisasi Perdagangan

LIPUTANTANJAB.COM — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Batang Hari resmi dilantik pada Selasa (22/9/2026).

Kepengurusan DPD APPSI Batang Hari dipimpin Eso Pamenan sebagai ketua. Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi APPSI untuk memperkuat posisi pedagang sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Ketua DPW APPSI Provinsi Jambi, Ari Budhi Pratiwi (Riri), menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan APPSI Batang Hari. Ia menegaskan, organisasi pedagang tidak cukup hanya hadir sebagai wadah berkumpul, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Menurut Riri, APPSI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus wadah advokasi dan pemberdayaan pedagang.

“APPSI harus hadir untuk memajukan pedagang pasar. Kita ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar dan seluruh stakeholder agar berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Riri.

Ia mengatakan, sejumlah persoalan yang dihadapi pedagang pasar membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas pihak. Di antaranya keamanan pasar, parkir, fluktuasi harga, ketersediaan kebutuhan pokok hingga akses pedagang terhadap komoditas dengan harga yang lebih terjangkau.

Riri juga membuka peluang penguatan kerja sama APPSI dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, untuk memperluas akses pedagang terhadap sejumlah komoditas pangan seperti beras SPHP dan gula.

Namun, menurut dia, peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan organisasi, terutama dari sisi administrasi, pendataan dan komunikasi agar program benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pedagang.

“Peluang kerja sama itu ada. Tinggal bagaimana teman-teman di daerah mempersiapkan administrasi, membangun komunikasi dan memastikan pedagang yang membutuhkan bisa mengaksesnya,” katanya.

Selain akses komoditas pangan, Riri mendorong APPSI Batang Hari membangun jaringan organisasi hingga tingkat komisariat di pasar-pasar.

Menurutnya, penguatan struktur penting agar persoalan pedagang dapat dihimpun langsung dari lapangan dan tidak berhenti pada persoalan individu.

“Struktur harus diperkuat, jaringan harus dibangun. APPSI harus mampu menjemput peluang, menjalankan program pemberdayaan, memperkuat advokasi, membuka akses permodalan dan mendorong modernisasi jaringan perdagangan,” ujar Riri.

Baca Juga  Kunjungan Karang Taruna Tanjab Barat Ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Pedagang Diminta Tidak Hanya Menunggu
Ketua DPD APPSI Batang Hari, Eso Pamenan, mengatakan pembentukan kepengurusan APPSI berangkat dari berbagai persoalan yang dihadapi pedagang.

Mulai dari persoalan keamanan pasar, kondisi pasar yang relatif sepi, perubahan pola belanja masyarakat, distribusi barang hingga akses terhadap peluang ekonomi.

“Saya tidak berdiri di sini karena merasa paling tahu tentang pasar. Pedaganglah yang paling tahu bagaimana denyut pasar setiap hari. Tugas kami adalah mendengar suara itu, menyampaikannya, dan kalau memungkinkan ikut mencarikan jalan keluarnya,” kata Eso.

Ia mencontohkan kondisi Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian. Persoalan keamanan menjadi salah satu keluhan yang disampaikan pedagang.

Seorang pedagang bahkan menyampaikan kepadanya, “Kini ko, jangankan tabung gas 3 kilo, kerupuk be diembat jugo.”

Menurut Eso, persoalan keamanan perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Selain keamanan, ia menyoroti berkurangnya angkutan kota dan ojek, munculnya pasar-pasar kecil di sekitar permukiman serta perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa berbelanja secara daring.

“Kita tidak cukup hanya mengatakan pasar sedang sepi. Kita harus bertanya, mengapa pasar sepi dan apa yang bisa kita lakukan?” ujarnya.

Eso juga mengungkapkan pesan Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief sebelum pelantikan.

Menurut Eso, Bupati mendorong APPSI agar tidak hanya menunggu program atau proyek dari pemerintah pusat, tetapi mampu menciptakan terobosan yang memberikan manfaat langsung bagi pedagang.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah panjangnya rantai distribusi komoditas pertanian.

Eso mencontohkan sayuran yang berasal dari kebun di Muara Bulian, kemudian dijual kepada pengepul di Jambi sebelum kembali dipasarkan kepada pedagang di Pasar Kramat Tinggi.

“Kalau rantai itu bisa diputus melalui APPSI, banyak yang akan terbantu dan uang bisa terus berputar di Batang Hari,” kata Eso mengutip pesan Bupati.

Karena itu, APPSI Batang Hari ke depan tidak hanya diarahkan pada advokasi persoalan pedagang, tetapi juga membuka peluang kemitraan, memperpendek rantai distribusi, mempertemukan produsen dengan pedagang serta memperkuat ekonomi lokal.

Baca Juga  Rakor Reforma Agraria, Bupati Tanjab Barat : Sebagai Program Strategis Nasional

APPSI Jadi Jembatan Pemerintah dan Pedagang
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut baik terbentuknya DPD APPSI.

Asisten III Setda Batang Hari Asri Yonalsyah, A.P., M.E., yang mewakili Bupati Batang Hari, mengatakan APPSI dapat mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, dinas teknis dan pedagang.

Menurut Asri, salah satu persoalan yang kerap muncul adalah adanya kesenjangan antara bahasa teknis pemerintah dengan bahasa yang dipahami masyarakat di lapangan.

Karena itu, APPSI diharapkan dapat membantu menerjemahkan kebijakan pemerintah agar lebih mudah dipahami pedagang sekaligus menjadi kanal umpan balik dari pasar kepada pemerintah.

Asri juga menekankan pentingnya memastikan informasi mengenai harga maupun kondisi pasar telah diverifikasi sebelum menjadi dasar pengambilan kebijakan.

“Intinya bagaimana komunikasi teknis dengan lapangan bisa berjalan dengan baik, sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah dapat dipahami dan dilaksanakan masyarakat,” ujarnya.

Bangun Organisasi dari Pasar
Eso mengatakan pembentukan sejumlah komisariat APPSI di pasar-pasar Batang Hari masih dalam proses.

Ia menegaskan, pembentukan komisariat tidak semata-mata mengejar jumlah kepengurusan, tetapi harus benar-benar lahir dari kebutuhan pedagang.

“Kami tidak ingin membangun organisasi dari balik meja. Kami ingin membangun APPSI dari suara yang terdengar langsung dari pasar,” katanya.

Pelantikan DPD APPSI Batang Hari berlangsung sederhana tanpa rangkaian seremoni berlebihan, karangan bunga maupun acara hiburan.

Bagi Eso, kesederhanaan tersebut merupakan bagian dari pesan bahwa pelantikan bukanlah tujuan akhir organisasi.

“Tidak banyak yang perlu dirayakan hari ini. Sebab perjalanan kita justru baru dimulai. Hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah titik awal,” ujarnya.

Ia berharap APPSI Batang Hari dapat bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pedagang sekaligus menggerakkan kembali ekonomi pasar rakyat.

“Ketika pedagang kuat, pasar bergerak. Ketika pasar bergerak, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Dan ketika ekonomi masyarakat tumbuh, Batang Hari ikut tumbuh,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Upacara Pelarungan Bunga di Hari Pahlawan

Tanjab Barat

Pelantikan PC PMII dan Kopri Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat: Baca Peluang Yang Bisa Berinovasi

Tanjab Barat

Ini Alasannya Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Tidak Beri Remisi di Imlek Tahun 2022

Tanjab Barat

Ketua Ormas Rajawali Sakti Ucapkan Selamat Kepada Terpilihnya Ketua KNPI Tanjab Barat

Tanjab Barat

Wabup Tanjab Barat Hadiri Studi Banding Ke Jawa Barat

Tanjab Barat

Sertifikat Tanah Atas Nama Abdul Wahab Dinyatakan Hilang, BPN Tanjab Barat Terbitkan Pengumuman Resmi

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Tutup Billiard Turnamen 2025: Harapkan Peningkatan Kemampuan Atlet

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Ikuti Launching Inpres Nomor 3 Tahun 2022 Secara Virtual
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!