LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Home / Industri

Jumat, 8 Agustus 2025 - 23:41 WIB

Skandal Pembalakan Liar di Hutan Lindung Tanjung Manggis: Dua Nama Besar Diduga “Kebal Hukum”, Publik Geram!

LIPUTANTANJAB.COM — Aroma busuk praktik pembalakan liar kembali tercium tajam dari jantung hutan lindung Tanjung Manggis, yang masuk wilayah Desa Permata dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru alam dan pelindung ekosistem kini justru dibabat habis oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Dua nama berinisial SY dan PT mencuat ke permukaan, disebut-sebut sebagai dalang utama di balik aksi ilegal ini. Lebih mencengangkan, keduanya diduga memiliki “tameng kuat” yang membuat mereka seolah kebal terhadap hukum. Tak ada proses hukum, tak ada tindakan tegas hanya kesunyian mencurigakan dari aparat penegak hukum, meskipun bukti dan laporan telah melimpah.

Padahal, kasus ini sudah viral di media sosial, disuarakan oleh banyak aktivis dan masyarakat setempat. Namun hingga kini, tak satu pun langkah hukum tampak nyata. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang melindungi mereka?

Baca Juga  Mengenal Muhammad Aliyudin, Founder Campfest

Salah satu anggota Tim Investigasi Kujang, yang turun langsung ke lokasi, membongkar fakta mencengangkan. Mereka menemukan ratusan kubik kayu balok siap angkut, lengkap dengan somel aktif (tempat penggergajian kayu) yang diduga milik SY dan PT. Semua bukti ini didokumentasikan dalam video dan foto, yang kini menjadi senjata kuat untuk mendesak penegakan hukum. “Kami melihat langsung. Kayu berserakan, somel beroperasi. Ini bukan isapan jempol. Tapi anehnya, semua seolah tak terlihat oleh penegak hukum,” ujar anggota tim investigasi.

Kerusakan hutan bukan hanya soal pohon yang ditebang. Ini soal ekosistem yang hancur, soal hilangnya rumah bagi satwa liar, dan potensi bencana ekologis di masa depan. Namun, ketika hukum tak bisa bergerak karena tekanan atau intervensi, siapa yang akan membela hutan?

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Didampingi Ketua TP-PKK Gelar Launching Becak Transportasi Wisata Di WFC

Publik kini bertanya dengan lantang yaitu
Siapa dalang sebenarnya? Siapa yang bermain di belakang layar? Apakah hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas?

Masyarakat, aktivis lingkungan, dan pemerhati hukum kini bersatu menyuarakan hal yang sama yakni usut tuntas kasus ini! Jangan biarkan segelintir orang menghancurkan masa depan hanya demi keuntungan sesaat. Jangan biarkan hukum kehilangan wibawa karena takut pada kekuasaan bayangan. Jika negara ini ingin disebut sebagai negara hukum, maka inilah saatnya membuktikan. (TIM)

Share :

Baca Juga

Industri

Perbaikan Kabel Induk Bawah Tanah Mengakibatkan Indihome di Kuala Tungkal Gangguan

Industri

Profil Rivaldi Putra: Dari Kesederhanaan Menuju Dampak Positif Lewat Konten

Industri

AMAGRA Rilis Single Natal “Natal Terindah”, Ajak Pendengar Alami Makna Natal yang Personal

Industri

Petani Rengas Lestari Resmi Terdaftar di HKI

Industri

Profil Aristo August Content Creator dengan Konten Fotografinya

Industri

Standardisasi Kopi Liberika Telah di Sampaikan Pada Munas 1 Dekopi di Padang

gubernur jambi

PRI Bumi Bongkar Dugaan Perampasan Hutan Negara di Jambi, Ahin Dilaporkan ke Kejagun

Industri

DJ Vizta Lee Rilis Remix EDM Pertama Lagu “NAMU” Karya Sable Hills
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!