Peringati Hari Konservasi dan Hari Sungai, FAJI Tanjab Barat Soroti Krisis Ekosistem Perairan

Avatar

- Redaksi

Minggu, 27 Juli 2025 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Windi Vanholand Pengurus Faji Tanjab Barat dan penggiat olahraga arus deras

Windi Vanholand Pengurus Faji Tanjab Barat dan penggiat olahraga arus deras

Liputantanjab.com – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 Juli, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian serta kebersihan ekosistem sungai di wilayah tersebut.

Windi Vanholand adalah Tenaga Ahli DPRD Tanjung Jabung Barat, Pimred Liputantanjab.com, aktivis lingkungan dan penggiat arung jeram serta penggiat lingkungan
Windi Vanholand Pengurus Faji Tanjab Barat dan penggiat olahraga arus deras serta penggiat lingkungan

Ajakan ini menjadi semakin relevan mengingat Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Juli, sehari sebelum Hari Konservasi Alam Sedunia. Kedua momentum ini menjadi pengingat penting akan peran vital sungai dalam kehidupan manusia dan lingkungan.

Seruan tersebut merupakan bagian dari komitmen FAJI dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya kawasan perairan yang tidak hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Windi Vanholand, Sekretaris Umum FAJI Tanjab Barat sekaligus penggiat lingkungan, menegaskan bahwa peringatan dua hari besar lingkungan tersebut harus menjadi momentum reflektif bagi semua pihak untuk meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, terutama sungai-sungai yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat.

“Sungai merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat. Menjaga kebersihan dan kelestariannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas, tetapi merupakan kewajiban moral seluruh lapisan masyarakat,” tegas Windi kepada awak media.

Ia juga menyoroti maraknya pencemaran sungai akibat sampah domestik dan perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya ramah lingkungan. Selain itu, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak persoalan serius yang perlu segera ditangani.

Beberapa kawasan sungai di Tanjung Jabung Barat tercemar akibat kurangnya pengelolaan limbah dan sampah. Di sisi lain, banyak lahan di sepanjang bibir sungai telah beralih menjadi milik pribadi, sehingga menyulitkan pemerataan penanaman vegetasi mangrove sebagai penyangga alami ekosistem pesisir. Padahal, keberadaan mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi, menjaga kualitas air, dan menjadi habitat berbagai biota.

Tak hanya itu, sistem drainase di sejumlah titik juga mengalami penyumbatan parah. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan banjir saat hujan turun, tetapi juga memperparah pencemaran karena limbah dari permukiman langsung mengalir ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu.

“Tindakan nyata tidak harus besar, cukup dimulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat signifikan,” imbuhnya.

FAJI Tanjab Barat, lanjut Windi, akan terus berkontribusi aktif melalui pendekatan edukatif dan aksi nyata di lapangan, sebagai wujud komitmen dalam pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan aliran sungai.

“Momentum ini kami jadikan sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga sungai sebagai aset ekologis, sosial, dan budaya yang tak ternilai,” pungkasnya. (Csl)

Berita Terkait

Edukasi Migas Bagi Generasi Muda Disambut Antusias Ratusan Pelajar SMA dan SMK se-Kota Jambi
Sembilan Hari Asap di TNBS, Sekber PSDH Jambi Minta Pemerintah Bertanggung Jawab
Api Masih Menyala, Karhutla di Parit Bingkok Tanjabbar Ancam Perkebunan Warga
Mapala Pamsaka dan Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal Perkuat Gerakan Penghijauan di Lingkungan Kampus
FAJI Tanjab Barat Kembali Susuri Sungai Tantang, Dorong Restorasi dan Potensi Wisata Alam
Koalisi STuEB Desak Pemerintah Percepat Transisi ke Energi Bersih, Soroti Dugaan Dampak PLTU di Sumatera
MAPALA PAMSAKA Lepas Enam Atlet Ikuti Lomba Lintas Alam AOPGI 2026 di Jambi
Jalur Terlarang Simpang Pete Diduga Jadi Ladang Bisnis, Truk Batu Bara Masih Bebas Melintas
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:27 WIB

Reses DPRD Tanjab Barat, Sjafril Simamora Serap Aspirasi Warga Dapil I

Selasa, 2 Juli 2024 - 00:59 WIB

Dokter Spesial Hemodialisa RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Masih Kosong

Selasa, 26 Maret 2024 - 12:53 WIB

DPRD Tanjab Barat Gelar Parupurna Pertama Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Tahun 2023

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:31 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Ikuti Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Selasa, 20 Juni 2023 - 22:01 WIB

DPRD Tanjab Barat Gelar FGD Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi

Kamis, 8 Juni 2023 - 13:20 WIB

Bupati Tanjab Barat di Dampingi Kepala Kesbangpol Buka Kegiatan P4GN Bagi Aparatur Pemerintah

Rabu, 7 Juni 2023 - 15:50 WIB

Jalin Silaturahmi, Waka DPRD Tanjab Barat Ucok Mora Gelar Reses Di Desa Kuala Kalar

Selasa, 6 Juni 2023 - 19:21 WIB

Wabup Tanjab Barat Hadiri Rapat Paripurna Ketiga, Tanggapan Bupati Atas Pemandangan Umum Anggota DPRD

Berita Terbaru