LIPUTANTANJAB.COM – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali melakukan penelusuran Sungai Tembulun atau Sungai Tantang di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji potensi olahraga arus deras, pengembangan wisata alam, serta upaya menjaga dan memulihkan ekosistem sungai.
Penelusuran tersebut merupakan bagian dari rangkaian ekspedisi FAJI Tanjab Barat yang telah beberapa kali dilakukan di kawasan tersebut. Setelah Muhammad Windi dilantik sebagai Ketua FAJI Tanjab Barat periode 2026–2030, upaya identifikasi potensi sungai terus dilanjutkan melalui pengecekan langsung kondisi lapangan.
Dalam kegiatan kali ini, tim FAJI Tanjab Barat didampingi oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) PAMSAKA dan Komunitas Jelajah Suban. Penelusuran difokuskan pada pengamatan kondisi sungai, identifikasi hambatan di sepanjang jalur, serta pendataan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam rencana pengembangan kawasan.
Selama penelusuran, tim menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi jalan menuju lokasi yang terjal hingga keberadaan ranting dan pohon tumbang di beberapa bagian sungai. Selain itu, ditemukan pula sejumlah titik yang memperlihatkan kondisi badan sungai mulai menyempit sehingga memerlukan pengamatan lebih lanjut.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam evaluasi jalur. Pengecekan langsung diperlukan untuk memahami karakter sungai, mengidentifikasi potensi risiko, serta menentukan langkah tindak lanjut yang tepat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ketua FAJI Tanjab Barat, Muhammad Windi, mengatakan penelusuran tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mengidentifikasi potensi olahraga arus deras sekaligus mendorong perhatian terhadap kelestarian alam di daerah.
“Penelusuran ini bukan hanya untuk melihat potensi Sungai Tantang sebagai lokasi olahraga arus deras, tetapi juga untuk mengetahui kondisi sungai dan berbagai tantangan yang ada di lapangan. Kami ingin potensi ini dikaji secara serius agar ke depannya dapat dikembangkan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Windi, Sungai Tantang memiliki potensi yang menarik untuk dikaji sebagai lokasi olahraga arus deras dan wisata minat khusus. Namun, pengembangannya harus didukung kajian teknis, perencanaan yang matang, serta perhatian terhadap keselamatan dan kondisi lingkungan.
“Kami berharap Sungai Tantang mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait. Potensinya cukup menarik untuk dikaji sebagai lokasi olahraga arus deras dan wisata alam. Namun, yang tidak kalah penting adalah menjaga ekosistemnya. Jangan sampai pengembangan wisata justru merusak alam yang menjadi daya tarik utama sungai ini,” tegasnya.









