LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Api Masih Menyala, Karhutla di Parit Bingkok Tanjabbar Ancam Perkebunan Warga

Karhutla melanda Parit Bingkok, Tanjabbar, Sabtu (29/8/2026). Asap tebal menyelimuti lahan yang terbakar.

Karhutla melanda Parit Bingkok, Tanjabbar, Sabtu (29/8/2026). Asap tebal menyelimuti lahan yang terbakar.

LIPUTANTANJAB.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Parit Bingkok, RT 02 dan RT 03, Desa Pasar Senin, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan api masih menyala di sejumlah titik. Kepulan asap tebal menyelimuti kawasan yang sebagian merupakan perkebunan sawit aktif milik warga. Namun, lahan tersebut tidak sepenuhnya ditanami sawit.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 25 hektare. Warga setempat mengatakan kebakaran telah berlangsung hampir satu pekan dan hingga kini belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Selama ini, upaya pemadaman lebih banyak dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Warga berusaha mengendalikan api agar tidak semakin meluas, termasuk mencegah api bergerak masuk dari wilayah Riau menuju kawasan Jambi.

Baca Juga  Sembilan Hari Asap di TNBS, Sekber PSDH Jambi Minta Pemerintah Bertanggung Jawab

Namun, keterbatasan peralatan, tenaga, dan sumber air membuat upaya tersebut semakin berat. Kondisi lahan yang kering juga menyulitkan proses pemadaman.

Warga menyebut api awalnya berasal dari wilayah Riau. Masyarakat di sisi Jambi telah berupaya menahan pergerakan api agar tidak masuk ke wilayah Tanjung Jabung Barat. Namun, kemampuan warga yang terbatas membuat kobaran api akhirnya menjalar ke lahan masyarakat.

“Kami sudah hampir seminggu berusaha memadamkan api. Tapi sampai sekarang masih ada yang menyala,” demikian keluhan warga di lokasi.

Kondisi semakin sulit karena ketersediaan air di lokasi sangat terbatas. Warga yang selama ini menjadi garda terdepan pemadaman harus bekerja dengan peralatan seadanya.

Mereka berharap pemerintah segera mengirimkan tim pemadam karhutla, peralatan pemadaman, serta dukungan air untuk mempercepat penanganan sebelum api meluas ke area lainnya.
Selain ancaman terhadap lahan dan perkebunan, asap mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Bangun TPS 3R, Wujud Kepedulian Lingkungan Mapala Pamsaka Terhadap Kampus IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Sejumlah warga mulai merasakan dampak kabut asap, meski hingga Sabtu belum ada yang dilaporkan mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan atau puskesmas.

Situasi di Parit Bingkok memperlihatkan bagaimana masyarakat di kawasan perbatasan Jambi-Riau menghadapi karhutla dengan sumber daya terbatas. Ketika api terus bergerak dan lahan mengering, warga harus menjadi barisan pertama yang berusaha mempertahankan wilayahnya dari kobaran api.

Tanpa tambahan tenaga, peralatan dan pasokan air, upaya pemadaman yang dilakukan secara swadaya berisiko tidak mampu menghentikan kebakaran yang telah meluas lebih dari 25 hektare tersebut. (**)

Share :

Baca Juga

Lingkungan

“Dugaan Pelanggaran Aktivitas Tambang PT KIM, GAB Peduli: Kami Akan Dorong IT Untuk Evaluasi”

Lingkungan

Ruang Hidup Terjepit, Orang Rimba Jadi Korban Konflik

Lingkungan

Enam Jam Disekap dan Dipukuli, Pengacara SAD Klaim Jadi Korban Teror di Merangin

Mapala

Dengan Segala Keterbatasan, MAPALA PAMSAKA Persembahkan Dua Medali di Pomda Jambi 2025

Lingkungan

Perkumpulan Hijau Gelar PKRD Walhi, Perkuat Kapasitas Masyarakat Pertahankan Hak Atas Ruang Hidup

Mapala

MAPALA PAMSAKA Lepas Enam Atlet Ikuti Lomba Lintas Alam AOPGI 2026 di Jambi

Lingkungan

Hampir 30 Tahun Bersengketa dengan PT IKU, Masyarakat SAD Harap DPRD Batanghari Wujudkan Penyelesaian Nyata

Lingkungan

FAJI Tanjab Barat dan Mapala Pamsaka Kembali Telusuri Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Tantang di Desa Suban
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!