•   LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:23 WIB

Koalisi STuEB Desak Pemerintah Percepat Transisi ke Energi Bersih, Soroti Dugaan Dampak PLTU di Sumatera

LIPUTANTANJAB.COM – Koalisi Rakyat Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) kembali mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Desakan tersebut disampaikan melalui Surat Perintah Rakyat Sumatera (SPRS) kelima yang dikirimkan kepada Presiden pada 11 Juli 2026. Dalam surat itu, koalisi menyampaikan hasil pemantauan terhadap sejumlah PLTU di delapan provinsi di Sumatera yang diklaim menemukan berbagai dugaan persoalan lingkungan.

Manager Kampanye Kanopi Hijau Indonesia, Cimbyo Layas Ketaren, mengatakan salah satu temuan berasal dari PLTU Teluk Sepang di Bengkulu. Menurutnya, hasil riset menunjukkan dugaan pengelolaan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang tidak sesuai ketentuan sehingga berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Baca Juga  "Perkumpulan hijau Dorong Pemerintah Jambi Benahi Tata Ruang: Banjir Harus di Selesaikan"

Ia menyebut dugaan pencemaran tersebut mengakibatkan sumur warga tercemar, gangguan kesehatan, penurunan nilai tanah dan rumah, serta hilangnya sebagian pendapatan masyarakat. Koalisi memperkirakan total kerugian ekonomi langsung mencapai sekitar Rp188,17 juta, di luar potensi kerugian jangka panjang akibat pencemaran lingkungan.

Selain Bengkulu, STuEB juga menyampaikan sejumlah temuan dari berbagai daerah di Sumatera. Yayasan Anak Padi melaporkan dugaan pencemaran Sungai Pendian di sekitar PLTU Keban Agung yang disebut berdampak terhadap aktivitas pertanian warga.

Di Sumatera Selatan, Sumsel Bersih menyampaikan dugaan pencemaran Sungai Niru dan sedimentasi di sekitar PLTU Sumsel 1. Sementara di Aceh, APEL Green Aceh mendesak pemerintah melakukan audit terhadap pengelolaan air bahang dan limbah FABA di PLTU Nagan Raya.

LBH Padang juga melaporkan dugaan debu FABA dari PLTU Ombilin yang masuk ke rumah warga serta dugaan pencemaran sungai di sekitar kawasan pembangkit.

Baca Juga  Indikasi Kejahatan PT GAL, Perkumpulan Hijau : Bencana Tinggal Menunggu Waktu Motorarium lah Segera

Sementara itu, Lembaga Tiga Beradik di Jambi menyebut keberadaan PLTU Semaran masih menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Selain persoalan emisi yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas udara, mereka juga menyoroti aktivitas angkutan batu bara yang melintas di sekitar permukiman.

Melalui SPRS kelima tersebut, Koalisi STuEB meminta pemerintah pusat segera menindaklanjuti berbagai laporan yang telah disampaikan sebelumnya, melakukan audit terhadap pengelolaan limbah PLTU, menegakkan aturan lingkungan, serta mempercepat pengembangan energi bersih dan terbarukan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola PLTU yang disebutkan dalam siaran pers maupun instansi pemerintah terkait atas berbagai dugaan dan temuan yang disampaikan Koalisi STuEB. (**)

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Enam Jam Disekap dan Dipukuli, Pengacara SAD Klaim Jadi Korban Teror di Merangin

Lingkungan

FAJI Tanjab Barat dan Mapala Pamsaka Kembali Telusuri Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Tantang di Desa Suban

Lingkungan

Perkumpulan Hijau Gelar PKRD Walhi, Perkuat Kapasitas Masyarakat Pertahankan Hak Atas Ruang Hidup

Lingkungan

Dugaan Banyaknya Pelanggan Dalam IUP OP PT. KIM, GAB Peduli: Kemana Inspektur Tambang

Lingkungan

FAJI Tanjab Barat Kembali Susuri Sungai Tantang, Dorong Restorasi dan Potensi Wisata Alam

Lingkungan

WALHI Jambi : Krisis Iklim di Depan Mata, Nelayan Pesisir Kuala Tungkal Butuh Solusi Segera

Mapala

Dengan Segala Keterbatasan, MAPALA PAMSAKA Persembahkan Dua Medali di Pomda Jambi 2025

Lingkungan

Jalur Terlarang Simpang Pete Diduga Jadi Ladang Bisnis, Truk Batu Bara Masih Bebas Melintas
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!