LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Sabtu, 3 Mei 2025 - 12:50 WIB

“Dugaan Pelanggaran Aktivitas Tambang PT KIM, GAB Peduli: Kami Akan Dorong IT Untuk Evaluasi”

LIPUTANTANJAB.COM – Dugaan pelanggaran tambang batubara oleh PT Kuansing Inti Makmur (KIM) di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, kembali mencuat.

Saiful Iskandar ‘Koordinator Gerakan Anak Bangsa Peduli (GAB Peduli) menjelaskan, aktivitas tambang PT KIM hari ini semakin meluas tanpa adanya kontrol ketat. Beberapa dugaan pelanggaran yang mereka temukan, antara lain PT KIM diduga menambang di luar wilayah IUP-OP yang ditetapkan Kementerian ESDM.

Hal ini jelas, akan berdampak pada potensi pelanggaran pajak, termasuk PPH jual beli dan pajak penghasilan yang tak dibayarkan. Lalu muncul indikasi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ke Sungai Batang Asam. Serta Pelanggaran kaidah pertambangan yang bisa merusak ekosistem dan infrastruktur sekitar.

Kemudian, pada pantauan tim media di lapangan, terdapat dua aliran dari arah tambang baturan PT KIM yang masuk ke sungai ‘Batang Asam. Satu aliran berbentuk polongan berdiameter sekitar 1 meter dan satu aliran lagi berbentuk parit dengan lebar sekitar1,5 meter.

Baca Juga  Proyek Miliaran Rupiah Lanjutan JSB Dinilai Janggal, Publik Pertanyakan Transparansi?

Parit dan polongan itu mengalirkan air dengan kondisi keruh dan sangat kental. Dengan aliran yang cukup besar itu membuat sungai Batang Asam mulai dari titik polongan dan parit itu menjadi ikutan keruh. Padahal kondisi yang kontras terlihat dibagian hulunya dengan kondisi air yang sangat jernih.

Masyarakat mengeluhkan soal pencemaran ini, meraka tidak tahan lagi mandi dan menggunakan air keruh lagi. Biasanya kalau tidak hujan di hulu sangat deras air sungai tidak sampai keruh. Tapi belakangan tidak hujanpun sungai keruh. Dan Tim Media mendapatkan sumber keruhnya adalah dua parit yang mengalir dari tambang PT KIM dialiri ke sungai Batang Asam.

Ada beberapa warga yang masih terpaksa menggunakan air tersebut untuk mandi dan kebutuhan lainnya, sehingga mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit. Diduga akibat dari penggunaan air sungai Batang Asam yang sudah tercemar.

Baca Juga  Perkumpulan Hijau Gelar PKRD Walhi, Perkuat Kapasitas Masyarakat Pertahankan Hak Atas Ruang Hidup

Bukan hanya itu, berapa waktu lalu lokasi pertambangan PT.KIM pernah sampai memakan korban jiwa, 2 orang meninggal dan 2 mengalami luka karena tertimbun longsor galian tambang batu bara. Menurut Saiful, hal Ini merupakan bukti bahwa lemahnya pengawasan dan keselamatan kerja di perusahaan tersebut.

Saiful Iskandar mendorong agar Inspektur Tambang bekerja sesuai dengan funsinya! Mereka seharusnya menindak perusahaan yang menambang di luar izin apalagi sudah sangat berdampak kepada lingkungan dan masyarakat luas.

“Kami mengecam persoalan PT. KIM ini, dan mendorong agar Inspektur Tambang dapat mengevaluasi izin PT.KIM dan bertanggung jawab atas kerusakan yang sudah terjadi. Tutup Saiful” (Tim/**)

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Yayasan CAPPA Gelar Dialog: Dorong Kebijakan Penguatan Peran Anak dalam Pembanguna

Lingkungan

Kelemahan Klaim PT SAS Soal Keamanan Intake PDAM
Windi Vanholand adalah Tenaga Ahli DPRD Tanjung Jabung Barat, Pimred Liputantanjab.com, aktivis lingkungan dan penggiat arung jeram serta penggiat lingkungan

Lingkungan

Peringati Hari Konservasi dan Hari Sungai, FAJI Tanjab Barat Soroti Krisis Ekosistem Perairan

Mapala

Dengan Segala Keterbatasan, MAPALA PAMSAKA Persembahkan Dua Medali di Pomda Jambi 2025

Lingkungan

FAJI Tanjab Barat dan Mapala Pamsaka Kembali Telusuri Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Tantang di Desa Suban

Lingkungan

Aksi Hijau Mapala Pamsaka: Pembibitan Mangrove Demi Masa Depan Lingkungan

Lingkungan

Pesan di Langit Jambi: WALHI dan BPR Terbangkan Layang-Layang Tolak Stockpile PT. SA

Lingkungan

Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan 2025 Gerakan Mahasiswa Menyelamatkan Sungai yang Kian Sekarat
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!