LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Kamis, 15 Mei 2025 - 17:33 WIB

Opini : Kolaborasi Penggiat Lingkungan dan Pemerintah Kunci Masa Depan Hijau Jambi

Ketua Umum Aopgi Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Ketua Umum Aopgi Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Penulis : Heri Yansah Wijaya

Ketua Umum Aopgi Kabupaten Tanjung Jabung Barat

LIPUTANTANJAB.COM – Provinsi Jambi, khususnya wilayah pesisir dan pedalaman seperti Tanjung Jabung Barat, memiliki kekayaan alam yang menjadi anugerah sekaligus tanggung jawab besar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan, pencemaran sungai, hingga kebakaran hutan menjadi isu lingkungan yang mendesak.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, penggiat lingkungan dari berbagai komunitas terus bergerak. Mulai dari edukasi, gerakan tanam pohon, bersih-bersih pantai dan sungai, hingga kampanye digital untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Kami dari AOPGI (Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia) Tanjung Jabung Barat, juga aktif menjadikan pendakian dan aktivitas alam sebagai sarana membangun kesadaran ekologis generasi muda.

Baca Juga  Bangun TPS 3R, Wujud Kepedulian Lingkungan Mapala Pamsaka Terhadap Kampus IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Namun, perjuangan penggiat lingkungan tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan keberpihakan nyata dari pemerintah daerah, terutama dalam bentuk kebijakan yang partisipatif dan program yang terintegrasi. Salah satu usulan konkrit adalah pembentukan Forum Kolaborasi “Jambi Hijau Bersama”, sebagai wadah sinergi antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.

Program seperti Adopsi Pohon, Sekolah dan Pesantren Hijau, hingga Sahabat Sungai Batanghari dapat menjadi langkah awal integrasi aksi komunitas dan kebijakan pemerintah. Terlebih lagi, potensi kawasan wisata berbasis konservasi di Jambi seperti hutan gambut, pegunungan Bukit Dua Belas, dan pesisir Kuala Tungkal bisa dioptimalkan menjadi edukasi ekowisata berkelanjutan.

Baca Juga  Pesan di Langit Jambi: WALHI dan BPR Terbangkan Layang-Layang Tolak Stockpile PT. SA

Kolaborasi bukan sekadar formalitas. Ia harus diwujudkan dalam kebijakan anggaran, pelibatan komunitas dalam perencanaan, serta transparansi informasi melalui teknologi digital. Akses masyarakat terhadap data kualitas udara, pemetaan kebakaran, atau kegiatan restorasi harus menjadi bagian dari pendekatan inklusif pemerintah daerah.

Lingkungan hidup adalah fondasi masa depan. Jika kita gagal menjaganya hari ini, maka generasi mendatang akan menanggung akibatnya. Tapi jika kita bergandeng tangan- penggiat lingkungan, masyarakat, dan pemerintah-maka kita bisa memastikan bahwa Jambi tetap hijau, lestari, dan memberi kehidupan. (Red)

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Mapala Pamsaka, Sutha, dan Kalpaltriks Latihan Water Rescue Bersama FAJI Tanjab Barat

Lingkungan

JEB Jambi: Negara Abai, Kerusakan Lingkungan Akibat Industri Batu Bara Terus Berulang

Lingkungan

GAB Peduli : IUP OP PT. KIM Bayak Pelanggaran, Inspektur Tambang Jambi Diam? APH Harus Bertindak!

Lingkungan

Bangun TPS 3R, Wujud Kepedulian Lingkungan Mapala Pamsaka Terhadap Kampus IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Lingkungan

Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan 2025 Gerakan Mahasiswa Menyelamatkan Sungai yang Kian Sekarat

Lingkungan

Temukan Dugaan Pelanggaran di 9 PLTU Sumatera, STuEB Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Prabowo

Lingkungan

WALHI Jambi : Krisis Iklim di Depan Mata, Nelayan Pesisir Kuala Tungkal Butuh Solusi Segera

Lingkungan

Diduga Limbah FABA Dibuang Sembarangan di Sarolangun, Warga Terancam Dampak Lingkungan
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!