LIPUTANTANJAB.COM — Persoalan tanggul di Dusun Tanjung Harapan, Desa Sungai Dualap, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, belum juga memberikan kepastian bagi masyarakat terdampak.
Mewakili masyarakat salah satu korban, Husnul Baharudin mendesak PT Felda Indo Mulia (FIM) segera merealisasikan perbaikan tanggul. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu dan tidak ingin persoalan tersebut kembali berlarut.
“Bukan lagi soal janji. Kami meminta PT FIM segera memperbaiki tanggul dan membuktikan komitmennya dengan tindakan nyata di lapangan,” tegas Husnul.
Ia menilai, kesepakatan yang telah dibahas bersama tidak boleh berhenti sebatas rapat dan pembahasan. Masyarakat membutuhkan kepastian kapan perbaikan benar-benar dilaksanakan.
Dalam rapat sebelumnya, pihak PT FIM telah menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan tanggul, termasuk memprioritaskan bagian yang berdampak langsung terhadap kebun masyarakat.
Selain perbaikan tanggul, Husnul juga meminta PT FIM memperhatikan dan memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami masyarakat terdampak, termasuk dampak terhadap tanaman dan hasil perkebunan yang menjadi keluhan warga.
“Kerugian masyarakat juga harus diperhatikan. Kami meminta bukan hanya tanggul yang diperbaiki, tetapi dampak dan kerugian warga juga diselesaikan secara adil,” ujarnya.
Husnul menegaskan, apabila pelaksanaan terus tertunda, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam.
Ia meminta Bupati Tanjung Jabung Barat turun tangan, melihat kondisi masyarakat terdampak dan mengawal agar komitmen perbaikan PT FIM benar-benar direalisasikan.
“Kami meminta Bupati membantu masyarakat. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa kepastian. Kalau komitmen sudah disampaikan, sekarang waktunya dibuktikan,” tegasnya.
Masyarakat, kata Husnul, tetap mengedepankan penyelesaian secara musyawarah. Namun, penyelesaian harus memiliki tindakan nyata, kepastian waktu, serta perhatian terhadap kerugian masyarakat.
Masyarakat kini menunggu bukan lagi janji, melainkan pekerjaan nyata: tanggul diperbaiki, dampak ditangani, dan kerugian warga diselesaikan. (Win)









