LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Peristiwa

Rabu, 8 Mei 2024 - 23:33 WIB

Pil Pahit Pensiunan Guru di RSUD Raden Mattaher

LIPUTANTANJAB.COM – Di balik senyum hangat Ibu Sri Jati Mulyani, seorang pensiunan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), tersimpan pil pahit pengalaman dirinya saat berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

Luka di hatinya bukan hanya karena penyakit yang diderita, namun juga karena perlakuan yang tak terduga dari sistem kesehatan yang seharusnya menjadi tempatnya untuk mendapatkan pertolongan.

Empat hari, terhitung dari 27 hingga 30 April 2024, menjadi masa penuh perjuangan bagi Ibu Sri di RSUD Raden Mattaher Jambi. Di bawah asuhan dr. Rio Rahmadi, Sp.U, FICS dan tim perawat, Ibu Sri mendapatkan perawatan intensif dan obat-obatan yang diharapkan mampu meringankan kondisinya.

Sebuah secercah harapan muncul saat dokter dan perawat memberitahunya untuk kembali kontrol dalam kurun waktu 5 hingga 14 hari. Dengan penuh semangat, Ibu Sri kembali ke rumah sakit pada hari ketujuh untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, takdir berkata lain. Dokter Rio yang ditunggu tidak tersedia, digantikan oleh dr. Ardiansyah Periadi, Sp.U sebagai dokter pengganti.

Baca Juga  Secara Resmi Wabup Melepas Tim Sepak Bola Tanjab Barat Menuju Kejuaraan Piala Gubernur

Harapan Ibu Sri pupus seketika. Alih-alih mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, ia hanya disodori pertanyaan singkat tentang CT Scan yang tidak dibawanya. Tanpa basa-basi, dr. Ardiansyah menyatakan ketidakmampuannya untuk memeriksa tanpa CT Scan, seolah melemparkan tanggung jawab kepada pasien yang sudah sepuh dan lemah.

“Gimana saya mau ngecek, sedangkan CT SCAN-nya tidak ada,” jawab dr. Ardiansyah singkat, meninggalkan Ibu Sri dengan perasaan kecewa dan kebingungan.

Ia pun bergegas meminta anaknya untuk mengambil CT Scan yang dimaksud. Sepuluh menit kemudian, Ibu Sri kembali dengan hasil CT Scan di tangannya, namun pil pahit kembali menyapa. Dr. Ardiansyah sudah tidak ada di tempat, seolah menghilang tanpa jejak.

Hanya perawat yang menyambutnya dengan informasi bahwa ia harus kembali lagi pada hari Sabtu untuk bertemu dr. Rio dan membawa rujukan terbaru dari puskesmas. Alasannya, Ibu Sri adalah pasien BPJS Kesehatan dan membutuhkan pendaftaran ulang.

Baca Juga  Personel Senkom Rescue Jambi Bantu Evakuasi Kecelakaan Helikopter yang membawa kapolda Jambi

Perasaan Ibu Sri kian hancur. Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, ia dihadapkan pada sistem yang rumit dan berbelit-belit. Rasa sakit fisiknya bercampur dengan luka hati yang mendalam, dibayangi keraguan atas profesionalisme dan kepedulian terhadap pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Kisah Ibu Sri Jati Mulyani bagaikan cerminan pilu dari realitas sistem kesehatan di Indonesia. Di balik megahnya bangunan rumah sakit dan gelimang janji layanan kesehatan, tersembunyi luka dan kekecewaan para pasien yang menanti pertolongan.

Akankah kisah Ibu Sri menjadi pengingat bagi para pemangku kepentingan untuk berbenah dan menghadirkan sistem kesehatan yang benar-benar berpihak pada rakyat? Ataukah pil pahit ini akan terus terulang, meninggalkan luka bagi para pasien yang tak berdaya? (Wajas)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Speed Boat Tujuan Kuala Tungkal Pulau Kijang Alami Kecelakaan Akibat Angin Kencang

Peristiwa

Heboh Penemuan Mayat Wanita, Satreskrim Polres Muaro Jambi Identifikasi TKP

Peristiwa

Nyawa Bocah Lelaki AR (6) Tak Tertolong Lagi Diguda Tenggelam disungai

Peristiwa

Niat Menolong Malah Jadi Korban, Tewas Keracunan di Dalam Kapal Tongkang

Peristiwa

Polres Tanjab Barat Segera Selidiki Kasus Pencurian Sepeda Motor di Warung Kopi

Peristiwa

Kembali Terjadi Ketiga Kalinya Longsor di Kelurahan Senyerang, ucap Kapolres Tanjab Barat

Peristiwa

Polsek Merlung Terima Dua Pucuk Senjata Api Dari Warga Desa Ranah Mendaluh

Peristiwa

Rumah Anggota DPRD Tanjab Barat Nyaris Dilalap Si Jago Merah
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!