LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Tanjab Barat

Rabu, 3 September 2025 - 14:25 WIB

Dekat PLTU, Intake PDAM Tirta Sako Batuah Diduga Tak Luput dari Ancaman Limbah Batu Bara

LIPUTANTANJAB.COM – Intake Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) PDAM Tirta Sako Batuah Unit Semaran, Kecamatan Pauh, diduga terpapar limbah abu sisa pembakaran batu bara (Fly Ash dan Bottom Ash/FABA) dari aktivitas PLTU PT. PPE Semaran. Sarolangun, 3 September 2025

Intake PDAM merupakan bangunan pertama yang menampung air baku dari sumbernya, seperti sungai, sebelum diproses lebih lanjut menjadi air bersih. Fungsinya vital untuk memastikan hanya air baku yang memenuhi standar kualitas masuk ke proses pengolahan, sekaligus melindungi instalasi dari kerusakan akibat sedimen atau benda asing.

Namun, hasil penelusuran tim Lembaga Tiga Beradik menemukan lokasi intake PDAM berada sangat dekat dengan pusat aktivitas PLTU PT. PPE Semaran, yakni hanya berjarak sekitar 160 meter dan 300 meter dari Instalasi Pengolahan Air. Dengan jarak sedekat itu, potensi pencemaran dianggap sulit terelakkan.

Baca Juga  Ketua Ormas Rajawali Sakti Ucapkan Selamat Kepada Terpilihnya Ketua KNPI Tanjab Barat

Limbah utama dari pembakaran batu bara adalah fly ash, partikel halus yang mengandung logam berat seperti timbal, arsenik, kromium, dan kadmium. Paparan jangka panjang fly ash dapat membahayakan kesehatan manusia, antara lain merusak sel paru-paru, meningkatkan radikal bebas, memengaruhi DNA, hingga berpotensi menimbulkan kanker paru-paru.

Baca Juga  Bupati Tanjab Barat Buka Bazar Ekonomi Kreatif Ramadhan 2024

Jika fly ash masuk ke sumber air PDAM, kualitas air akan menurun drastis dan membahayakan masyarakat. Kandungan logam berat dalam air berisiko menimbulkan gangguan sistem pernapasan serta penyakit kronis lainnya. Kondisi ini menuntut adanya penanganan serius, mulai dari pemurnian hingga stabilisasi FABA sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Atas temuan tersebut, Lembaga Tiga Beradik mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarolangun untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional PLTU PT. PPE Semaran, guna mencegah pencemaran lebih lanjut yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Shalat Id di Masjid Syaikh Ustsman Tungkal

Tanjab Barat

Sangat Membanggakan, ASTA Kab. Tanjab Barat Raih Medali Emas di FORPROV Jambi Tahun 2024

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Pimpin Tabur Bunga di Sungai Pengabuan, Berbagi Sembako dan Bendera kepada Nelayan

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Jalin Kerjasama Dengan Pemkot Jambi, Pemkab Tebo dan Poltekkes Jambi

Tanjab Barat

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hadiri Haul Akbar Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Desa Kempas Jaya

Tanjab Barat

Wakil Ketua 2 DPRD Tanjab Barat Hadiri Pembukaan MTQ ke-12 di Desa Terjun Gajah Kecamatan Betara

Tanjab Barat

Kapolres Dampingi Bupati Tanjab Barat Tinjau Lokasi Banjir Wilayah Merlung

Tanjab Barat

Bupati Buka Musrembang RKPD Tanjab Barat Tahun 2023
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!