Pengakuan Kepala Desa Sekancing Soal Setoran Oknum Aparat Cederai Citra Polri, Aktivitas PETI di Merangin Makin Masif”

Avatar

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANTANJAB.COM – Dugaan keterlibatan ‘Sapri, Kepala Desa Sekancing, Kabupaten Merangin, dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mencuat ke permukaan. Meski telah dilaporkan secara resmi ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Jambi, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait tindak lanjut proses hukum terhadap kasus tersebut.

Laporan dari masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas ilegal tersebut masih berlangsung aktif hingga hari ini. Bahkan, Kepala Desa Sekancing diduga telah menambah alat berat di lokasi tambang guna memperluas operasional tambang ilegalnya. Aktivitas ini dilakukan secara terbuka dan semakin masif, memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, Kepala Desa Sekancing bahkan secara terang-terangan mengaku telah melakukan “setoran” kepada oknum aparat penegak hukum di lingkungan Polda Jambi. Pengakuan ini menimbulkan gejolak di masyarakat dan dianggap sebagai tuduhan serius yang tidak hanya mencoreng nama baik institusi Polri, tetapi juga berpotensi merupakan bentuk pencemaran nama baik terhadap institusi negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah setor, jadi aman. Tak bakal ada yang ganggu,” ujar Sapri, seperti ditirukan warga yang enggan disebut namanya. Pernyataan ini sontak memicu kemarahan publik dan memperkuat dugaan adanya praktik pembiaran oleh oknum aparat terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut.

Padahal Gubernur Jambi sudah menyatakan pernyataan tegas kepada publik, meminta pihak kepolisisan untuk mengusut dugaan Kepala Desa Sekancing yang terlibat PETI. Bila terbukti Kepala Desa ini harus ditindak secara hukum. Al Haris juga berpesan kepada berbagai pihak untuk jangan sampai menghalangi penegakan hukum terkait kaus PETI.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, ketika dikonfirmasi oleh Boemimelayu.id, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap segala bentuk laporan terkait PETI. “Kalau ada info oknum Kades terlibat PETI, mohon infokan ke saya, akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Terkait dengan pernyataan Kepala Desa Sekancing yang menyebut dirinya telah melakukan setoran ke oknum di Polda Jambi, Kapolda merespons dengan serius. “Siapa yang terima laporannya? Setoran ke siapa? Kami akan dalami. Jika cukup bukti, pasti saya tindak. Jika ada oknum anggota saya yang terlibat, tidak akan saya lindungi,” tegas Irjen Krisno.

Pengakuan Kades ini tidak hanya menjadi tuduhan serius terhadap institusi penegak hukum, namun juga berpotensi sebagai bentuk pencemaran nama baik terhadap institusi Polri. Jika tuduhan ini tidak benar, pernyataan tersebut sangat merugikan citra Polri yang sedang berupaya membenahi integritas internal dan memperkuat kepercayaan publik.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan aktivitas tambang ilegal di wilayah Sekancing disebut-sebut masih terus berlangsung dengan intensitas yang semakin meningkat. Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas, profesional, dan transparan dalam menangani kasus ini demi menjaga kepercayaan publik serta kelestarian lingkungan yang semakin terancam.

Jika tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang, dikhawatirkan praktik PETI ini akan semakin merajalela dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah. Saatnya semua pihak membuktikan bahwa hukum masih berlaku untuk semua, tanpa pandang jabatan ataupun kekuasaan.(**)

Berita Terkait

AOPGI dan ALTI Tanjab Barat Latihan Bersama, Siapkan Penggiat Olahraga Hadapi FORPROV KORMI Jambi 2026
Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Penanganan dan Dampak Kesehatan Jadi Perhatian
Karang Taruna Sarolangun Kepung PT SLUM, 11 Tuntutan Bongkar Dugaan Masalah
Peduli Dampak Karhutla, BB 1% MC Jambi Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker
Karang Taruna Soroti Segudang Masalah PT SLUM: Kematian Pekerja, HGU, hingga Pasokan Sawit dari Kawasan Hutan
Optimalkan Fungsi Kantor, GAPERKASINDO Jambi Benahi Gedung Dua Lantai
Kasus Ikhwan Belum Tuntas, OJK Turun Memfasilitasi, Ombudsman Segera Bahas Laporan
Praktik Kotor Leasing ACC di Bungo, Korban Minta Polisi Turun Tangan: Ini Kronologinya?
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:03 WIB

Sembilan Hari Asap di TNBS, Sekber PSDH Jambi Minta Pemerintah Bertanggung Jawab

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Api Masih Menyala, Karhutla di Parit Bingkok Tanjabbar Ancam Perkebunan Warga

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Mapala Pamsaka dan Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal Perkuat Gerakan Penghijauan di Lingkungan Kampus

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:26 WIB

FAJI Tanjab Barat Kembali Susuri Sungai Tantang, Dorong Restorasi dan Potensi Wisata Alam

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:23 WIB

Koalisi STuEB Desak Pemerintah Percepat Transisi ke Energi Bersih, Soroti Dugaan Dampak PLTU di Sumatera

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:20 WIB

MAPALA PAMSAKA Lepas Enam Atlet Ikuti Lomba Lintas Alam AOPGI 2026 di Jambi

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:10 WIB

Jalur Terlarang Simpang Pete Diduga Jadi Ladang Bisnis, Truk Batu Bara Masih Bebas Melintas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:44 WIB

JEB Jambi: Negara Abai, Kerusakan Lingkungan Akibat Industri Batu Bara Terus Berulang

Berita Terbaru