LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:24 WIB

MAPALA Pamsaka Eksplorasi Goa di Bukit Bakar, Temukan Keanekaragaman Alam yang Masih Alami

Anggota MAPALA Pamsaka IAI An-Nadwah Kuala Tungkal berpose di depan mulut Goa Bukit Bakar usai melakukan kegiatan eksplorasi jalur goa di Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Anggota MAPALA Pamsaka IAI An-Nadwah Kuala Tungkal berpose di depan mulut Goa Bukit Bakar usai melakukan kegiatan eksplorasi jalur goa di Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

LIPUTANTANJAB.COM – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Pamsaka IAI An-Nadwah Kuala Tungkal sukses melaksanakan ekspedisi eksplorasi goa (caving) di kawasan Bukit Bakar, Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mendaluh. Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu, mulai 9 Agustus 2025 ini, menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian alam sekaligus upaya mengenali potensi geowisata di wilayah perbatasan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tebo.

Foto : Bibir Goa Bukit Bakar

Ketua MAPALA Pamsaka, Maya Silpani, menjelaskan bahwa kawasan Bukit Bakar memiliki dua puncak tertinggi, masing-masing berada di dua kabupaten berbeda. Puncak pertama berada di wilayah Tanjung Jabung Barat dengan ketinggian 460 mdpl, sedangkan puncak kedua berada di wilayah Kabupaten Tebo dengan ketinggian 430 mdpl.

Baca Juga  Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan 2025 Gerakan Mahasiswa Menyelamatkan Sungai yang Kian Sekarat

“Dalam ekspedisi kali ini kami menemukan empat goa. Dua di antaranya sudah berhasil dieksplorasi langsung, yakni jenis goa vertikal dan goa horizontal. Goa horizontal terbentuk dari proses tetesan air selama ribuan tahun,” ungkap Maya.

Selain formasi goa yang menarik, tim juga menemukan beragam keanekaragaman hayati yang masih alami. Di kawasan tersebut masih dijumpai satwa liar seperti ular, harimau, macan kumbang, beruang, rusa, serta berbagai jenis burung. Vegetasi di sekitar goa juga masih sangat alami dan terjaga.

Baca Juga  Aksi Peduli! Forum Musisi Tungkal, Mapala Pamsaka dan Pasang Social Creative Movement Gelar Konser Amal untuk Penderita Neuroblastoma

 

Foto : Gambar tumbuhan dan Jejak hewan

Kegiatan ini melibatkan empat anggota muda, yakni Zeki, Odah, Emah dan Halimah, serta dua pengurus utama, Aswat dan Huzain dan juga para perangkat desa dan warga setempat untuk mengsukseskan ekspesidi tersebut.

Menurut Maya, eksplorasi tersebut merupakan langkah awal MAPALA Pamsaka dalam mengidentifikasi potensi alam di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat komitmen organisasi terhadap pelestarian lingkungan dan penelitian geografi alam.

“Harapan kami, hasil ekspedisi ini dapat menjadi bahan kajian dan dasar pengembangan potensi wisata alam berbasis konservasi di daerah tersebut,” tutup Maya. (Win)

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Pesan di Langit Jambi: WALHI dan BPR Terbangkan Layang-Layang Tolak Stockpile PT. SA

Lingkungan

Ekonom ini Duga Kasus Batubara Bengkulu Bisa Terjadi Jambi, Minta Kejagung Beri Atensi Khusus

Lingkungan

Ruang Hidup Terjepit, Orang Rimba Jadi Korban Konflik

Lingkungan

Opini : Kolaborasi Penggiat Lingkungan dan Pemerintah Kunci Masa Depan Hijau Jambi

Lingkungan

Bangun TPS 3R, Wujud Kepedulian Lingkungan Mapala Pamsaka Terhadap Kampus IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Lingkungan

Aksi Hijau Mapala Pamsaka: Pembibitan Mangrove Demi Masa Depan Lingkungan

Lingkungan

WALHI Jambi : Krisis Iklim di Depan Mata, Nelayan Pesisir Kuala Tungkal Butuh Solusi Segera

Lingkungan

Dugaan Banyaknya Pelanggan Dalam IUP OP PT. KIM, GAB Peduli: Kemana Inspektur Tambang
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!