LIVE TV
Ribuan Masyarakat Tebing Tinggi Hadiri Kampanye Caleg DPRD Tanjab Barat NOVA ANGGUN SARI, SH, M.Kn Polres Tanjab Barat Ungkap Penyelundupan Sabu 3 Kg di Kuala Tungkal Kapolsek Hans Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimcam dan Perusahaan Bahas Nataru dan Pemilu 2024 Kadiv Humas Polri Cek Kesiapsiagaan Personil serta Peralatan Pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Anggota DPRD Partai PAN Nova Anggun Sari dampingi Bupati Tinjau Persiapan MTQ Tingkat Kabupaten Tanjab Barat

Home / Uncategorized

Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB

Miris!! Jangankan Pengunjung, Masyarakat Pun Susah Menuju Akses Ekowisata Mangrove Pangkal Babu

Liputantanjab.com – Ekowisata mangrove satu- satunya yang terluas di Provinsi Jambi ada di wilayah pesisir timur Jambi, Tepatnya  di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kemungkinan besar mangrove ini menjadi icon dunia berkaitan dengan blue green, bahwa dunia sedang membutuhkan itu,  kamis (19/05)

Hutan Mangrove yang sangat dekat dengan kawasan pusat pemerintahan setempat ini yakni, dari pusat kota sekitar 10 kilometer jarak tempuh kira-kira 20-30 menit menghabiskan waktu menggunakan kendaraan roda dua.

Tepatnya pada 31 Desember tahun 2019 lalu, Ekowisata Mangrove ini dibuka secara resmi oleh pemerintah. Jika dihitung, sudah dua tahun lebih dibukanya ekowisata mangrove ini, namun dibiarkan begitu saja hancur dimakan usia.

Baca Juga  Rapat Pemantapan Festival Arakan Sahur, Tanjab Barat Siapkan Gerai Vaksinansi

Pantauan dari teman-teman media melihat kondisi hiking mangrove yang terbuat dari kayu begitu sangat memprihatinkan, banyak kayu yang sudah lampuk mengakibatkan patah dan berlumbang dimana-mana.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pangkal Babu, M. Hatta mengatakan, saat lebaran idul fitri lumayan banyak masyarakat datang berkunjung ke wisata mangrove, tapi melihat kondisi seperti itu hanya membiarkan saja tanpa memungut uang parkir.

“Takutnya dengan kondisi mangrove seperti itu, ada kejadian yang tidak diinginkan. Kita disini yang bertanggung jawab terhadap pengunjung,” kata Hatta, Kamis (12/5).

Menurutnya, bukan itu saja yang terjadi di wisata mangrove, ada juga menjadi masalah serius yakni akses jalan menuju mangrove tersebut. Sekitar dua kilometer mulai terlihat kerusakan jalan berlubang karena aspalnya mengelupas, bergelombang dan masih ada sebagian tanah liat.

Baca Juga  Secara Virtual Sekda Tanjab Barat Ikuti Roving Seminar Kekayaan Intelektual

“Jangankan untuk pengunjung mau masuk ke lokasi wisata mangrove, terkadang masyarakat disana juga kesulitan untuk keluar ketika hujan menguyur deras disitu,” keluhnya

Untuk diketahui, letak secara administratif mangrove berada di Kecamatan Tungkal Ilir, Desa Tungkal 1 tepatnya di Dusun Bahagia Pangkal Babu. Luasan kawasan mangrove itu, ratusan hektare yang terbentang di bibir laut. Mangrove itu, letaknya sebelah Timur yang langsung berhadapan dengan laut Cina Selatan. (Wiski)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Karang Taruna Tanjab Barat Gelar Bagi Takjil. Adib Mubarak: Ini Upaya Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat.

Uncategorized

Wakapolres Tanjab Barat Tinjau Arus Balik dan Tempat Wisata WFC Kuala Tungkal

Uncategorized

Bupati Tanjab Barat Buka Acara Sosialisasi Pembinaan Maturitas SPIP

Uncategorized

Bulog Kuala Tungkal dan Pemkab Tanjab Barat Gelar Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Uncategorized

Meringankan Beban Korban Kebakaran Wabup Tanjab Barat Serahkan Bantuan Tanggap Darurat

Uncategorized

Bupati Tanjab Barat Jenguk Ustadz Abdul Wahab Wahib di RSUD KH. Daud Arif

Uncategorized

PJS Kecam Tindakan Pengeroyokan Kepada Ketua DPC PJS Tanjab Barat

Uncategorized

Bupati Anwar Sadat Lepas Secara Resmi Kontingen Tanjab Barat Dalam Rangka Porprov Jambi XXIII 2023
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!