LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Kota Jambi / Tanjab Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:34 WIB

Fenomena Tambang Emas Tanpa Izin di Tebo

LIPUTANTANJAB.COM – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, telah memasuki fase darurat ekologis yang tidak bisa lagi ditoleransi. Temuan terbaru WALHI Jambi, yang dihimpun langsung dari masyarakat tapak, menunjukkan adanya mobilisasi alat berat secara masif yang beroperasi tanpa kendali, khususnya di Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay.

Sedikitnya 300 unit alat berakit saat ini dilaporkan aktif beraktifitas di wilayah tersebut, menandai eskalasi serius dari praktik tambang ilegal yang dibiarkan berlangsung.

Berdasarkan pemantauan lapangan dan analisis spasial WALHI Jambi, aktivitas ekstraktif ilegal berskala besar ini telah menghancurkan sedikitnya 12.202 hektar kawasan hutan. Kawasan ini adalah ruang hidup masyarakat sekaligus penyangga ekosistem penting di Kabupaten Tebo.

Kehancuran tutupan hutan ini beriringan dengan pencemaran berat pada sumber-sumber air dan aliran sungai, yang selama ini menjadi tumpuan utama kehidupan domestik masyarakat. Situasi ini menunjukkan bahwa PETI bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga secara langsung mengancam keberlanjutan hidup rakyat.

Baca Juga  Debu Kuning PLTU Diduga Cemari Sungai dan Air Warga Desa Semaran

Apa yang terjadi di Desa Teluk Langkap bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, melainkan bentuk kejahatan lingkungan yang terstruktur dan sistematis. Hutan dihancurkan secara masif, sungai diracuni tanpa kendali, dan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dirampas demi kepentingan segelintir pemodal dan jaringan mafia tambang ilegal.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa pola penegakan hukum di Provinsi Jambi selama ini menunjukkan wajah yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Aparat penegak hukum cenderung hanya menyasar pekerja lapangan, sementara para cukong, aktor intelektual, pemilik modal, hingga jaringan pemasok alat berat dan bahan bakar justru dibiarkan bebas tanpa tersentuh hukum. WALHI Jambi mendesak Kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Polda Jambi, untuk segera mengambil langkah tegas, menyeluruh, dan tidak tebang pilih dalam memberantas PETI. Penegakan hukum harus diarahkan pada aktor-aktor utama yang selama ini menikmati keuntungan dari kehancuran ekologis di Tebo.

Baca Juga  Semangat Kebersamaan, Warga LDII Jambi Gotong Royong Bersihkan Aula Serbaguna di Muaro Jambi

Hutan dan sungai di Jambi adalah penopang kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang, bukan wilayah jarahan bagi oligarki lokal dan mafia tambang ilegal. WALHI Jambi bersama masyarakat sipil akan terus mengawal kasus ini, memastikan bahwa keadilan ekologis ditegakkan, dan negara hadir untuk melindungi rakyat serta lingkungan hidup dari praktik perusakan yang sistemat is.(**)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Hadiri Acara Peringatan International Coffee Day Tahun 2023

Tanjab Barat

Demi Keselamatan dan Kelancaran Berkendara Masyarakat, Bupati Anwar Sadat Gerak Cepat Perbaiki Jalan yang Rusak

Kota Jambi

Polda Jambi Berhasil Tangkap Bos Narkoba di jambi dan juga 4 Komplotannya

Tanjab Barat

Gubernur Jambi beserta rombongan Dewan Hakim MTQ Makan Bersama dan Ramah Tamah Dirumah Dinas Bupati Tanjab Barat

Tanjab Barat

Polres Tanjab Barat Ungkap Kasus Penembakan Dendy, Dipicu Asmara dan Cemburu Buta

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Buka Jambore Forum Pengurangan Resiko Bencana Desa

Tanjab Barat

Bupati Resmikan Jalur Operasional Mobil Sampah Untuk 5 Kecamatan Ditanjab Barat

Tanjab Barat

Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Dumisake Untuk Warga Kerinci
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!