•   LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Sosial

Sabtu, 5 September 2026 - 19:13 WIB

SAD Sialang Pungguk Adukan Konflik PT IKU ke DPR RI, Rocky Candra: “Saya Akan Kawal!”

Pertemuan masyarakat adat SAD Sialang Pungguk bersama Perkumpulan Hijau dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Jakarta, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait konflik agraria dengan PT Indo Kebun Unggul (PT IKU) yang telah berlangsung hampir 30 tahun.

Pertemuan masyarakat adat SAD Sialang Pungguk bersama Perkumpulan Hijau dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Jakarta, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait konflik agraria dengan PT Indo Kebun Unggul (PT IKU) yang telah berlangsung hampir 30 tahun.

LIPUTANTANJAB.COM — Masyarakat Adat Suku Anak Dalam (SAD) Dusun Sialang Pungguk, Kabupaten Batanghari, Jambi, didampingi Perkumpulan Hijau, menemui Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk mengadukan konflik agraria dengan PT Indo Kebun Unggul (PT IKU) yang telah berlangsung hampir tiga dekade. (05/09/2026)

Pertemuan tersebut difasilitasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Rocky Candra, bersama Dr. Bob Hasan selaku Ketua Baleg DPR RI. Hadir dalam pertemuan tersebut Temenggung Suryana Jelitai selaku Ketua Komunitas Adat Terpencil (KAT), Temenggung Ngelembo, Radani, Arbain, Saprin, dan Meringgang dari masyarakat SAD Sialang Pungguk, serta Feri Irawan dari Perkumpulan Hijau yang merupakan anggota WALHI Jambi.

Pertemuan ini menjadi momentum penting karena masyarakat datang langsung membawa persoalan konkret konflik agraria di daerah, sementara di DPR RI tengah berlangsung pembahasan dan penyusunan kebijakan terkait Reforma Agraria, termasuk pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria serta gagasan penguatan kelembagaan melalui Badan Reforma Agraria Nasional.

Baca Juga  Kunjungan Studi Senkom Tanjabbar ke Senkom Batam

Dalam forum tersebut, masyarakat SAD Sialang Pungguk menyampaikan kronologi konflik, dokumen sejarah penguasaan tanah, serta persoalan yang mereka hadapi selama hampir 30 tahun. Mereka meminta DPR RI mendorong penyelesaian yang memberikan kepastian hukum terhadap wilayah kelola dan ruang hidup masyarakat.

Konflik Berlangsung Hampir 30 Tahun

Konflik antara masyarakat SAD Sialang Pungguk dan PT IKU disebut bermula sekitar 1995–1996 ketika perusahaan mulai masuk ke wilayah yang menurut masyarakat telah lebih dahulu ditempati dan dikelola secara turun-temurun.

Wilayah tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk permukiman, berkebun, berburu, mengambil hasil hutan, memperoleh sumber air, serta menjalankan berbagai aktivitas sosial dan adat.

Baca Juga  Masyarakat Kelurahan Sriwijaya Keluhkan Sosialisasi Jargas Tak Kunjung Dilakukan

Masyarakat juga membawa sejumlah dokumen yang mereka anggap sebagai bukti sejarah penguasaan wilayah, di antaranya Surat Segel Tanah sekitar 1985–1986 dan Piagam Dusun Sialang Pungguk tertanggal 25 Oktober 1993.

Pada 1997, Pemerintah Provinsi Jambi juga disebut telah menerbitkan Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi Nomor 090/6000/BH/ITW terkait penyelesaian persoalan masyarakat dengan PT IKU.

Berbagai pertemuan dan mediasi kemudian dilakukan. Namun, menurut masyarakat, upaya tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang memberikan kepastian hukum dan keadilan.

Konflik kembali memanas pada 2007. Berdasarkan keterangan masyarakat, terjadi pengusiran yang disertai pembakaran rumah warga, termasuk rumah yang dibangun pemerintah.

Share :

Baca Juga

Sosial

Bentuk Solidaritas, Mapala Pamsaka Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Sosial

Profil Mang Izall Videografer dan Content Creator Asal Majalengka

Daerah

DPD LDII Kerinci Gelar Festival Anak Sholeh, Ternyata Targetnya Luar Biasa

Sosial

“Sungai Bukan Tempat Sampah” Mapala Gitasada Lakukan Diskusi Publik

Sosial

9 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Operasi Pekat Siginjai Polda Jambi

Sosial

Relawan Mak Ganjar Tanjab Barat Bersama Majelis Al Huda Bermunajat untuk Kemenangan GAMA

Politik

Kelompok Yasinan Al Mujahidin Kuala Tungkal Menggelar Doa Bersama Untuk Ganjar – Mahfud

Sosial

Masyarakat Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kelurahan Betara Kiri, Hadirkan Politisi.
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!