LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Lingkungan

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:54 WIB

Waspadai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Manuver Mengaburkan Agenda Utama Membangun Stokfile dan TUKS

LIPUTANTANJAB.COM – Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, Dr. Noviardi Ferzi, mempertanyakan secara keras rencana PT SAS membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan yang sama dengan stokfile dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) batubara. Menurutnya, rencana tersebut bukan hanya tidak realistis secara ekologis, tetapi juga menyimpan indikasi kuat adanya strategi pengaburan isu utama terkait ekspansi fasilitas batubara perusahaan.

Noviardi menilai bahwa gagasan menghadirkan RTH di tengah aktivitas penimbunan dan bongkar muat batubara justru menyingkap kontradiksi mendasar. “RTH itu ruang hidup yang sehat, bebas polusi, dan mendukung kualitas lingkungan. Bagaimana bisa konsep itu ditempatkan berdampingan dengan debu batubara, kebisingan alat berat, dan potensi pencemaran air? Itu bukan solusi, itu hanya kosmetik,” ujarnya dalam analisis tertulisnya.

Ia mengingatkan bahwa publik tidak boleh dibuai oleh narasi hijau yang dikemas rapi oleh korporasi. Upaya membuat RTH justru tampak seperti greenwashing—sebuah langkah untuk memoles citra sekaligus meredakan tekanan sosial, sementara agenda utama, yakni pengoperasian stokfile dan TUKS batubara, tetap berjalan tanpa menjawab persoalan mendasar. “Ketika perusahaan lebih sibuk menanam pohon simbolis ketimbang membuka kajian AMDAL secara transparan, itu tanda bahwa ada sesuatu yang ingin dialihkan dari perhatian publik,” tegasnya.

Baca Juga  Kolaborasi BWSS VI dan PPP-RI Jaga dan Mempercantik DAS Batanghari

Lebih jauh, Dr. Ferzi menilai rencana RTH ini justru memperlihatkan ketidakteraturan tata ruang yang lebih luas. Menurutnya, jika PT SAS benar-benar ingin mewujudkan komitmen ekologis, langkah pertama adalah memindahkan aktivitas batubara ke kawasan industri yang sesuai, bukan mencoba memadukan ruang hijau dengan kegiatan ekstraktif yang sifatnya polutif. “Tidak ada literatur lingkungan yang mendukung logika bahwa RTH dapat berfungsi optimal di tengah polusi batubara. Ini bukan restorasi ekologi, ini repackaging ruang agar terlihat lebih dapat diterima,” kritiknya.

Baca Juga  Peringati Hari Konservasi dan Hari Sungai, FAJI Tanjab Barat Soroti Krisis Ekosistem Perairan

Ia juga menyoroti adanya indikasi manuver komunikasi korporasi untuk mencairkan resistensi masyarakat. Dalam banyak kasus, perusahaan menggunakan proyek RTH sebagai ‘pemanis’ ketika mereka ingin memperluas operasi yang berpotensi menciptakan dampak sosial-lingkungan. “Publik harus waspada. Jangan sampai ruang hijau dipakai sebagai peredam kritik, padahal substansi masalahnya tetap: apakah TUKS ini sudah sesuai tata ruang, apakah dampaknya sudah dikaji dengan benar, dan apakah masyarakat dilibatkan penuh dalam prosesnya?”

Menurut Dr. Ferzi, rencana RTH di lokasi batubara ini berpotensi menjadi ironi terbesar dalam tata kelola lingkungan daerah. Sebab ruang hijau yang seharusnya meningkatkan kualitas udara justru akan berada di kawasan yang setiap hari bersinggungan dengan polusi. “Pada akhirnya, RTH itu tidak pernah benar-benar hijau. Ia hanya menjadi simbol dari upaya mengaburkan persoalan lingkungan yang jauh lebih serius,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Lingkungan

Mapala Pamsaka, Sutha, dan Kalpaltriks Latihan Water Rescue Bersama FAJI Tanjab Barat

Lingkungan

MAPALA Pamsaka Eksplorasi Goa di Bukit Bakar, Temukan Keanekaragaman Alam yang Masih Alami
Windi Vanholand adalah Tenaga Ahli DPRD Tanjung Jabung Barat, Pimred Liputantanjab.com, aktivis lingkungan dan penggiat arung jeram serta penggiat lingkungan

Lingkungan

Peringati Hari Konservasi dan Hari Sungai, FAJI Tanjab Barat Soroti Krisis Ekosistem Perairan

Lingkungan

GAB Peduli : IUP OP PT. KIM Bayak Pelanggaran, Inspektur Tambang Jambi Diam? APH Harus Bertindak!

Lingkungan

Koalisi STuEB Desak Pemerintah Audit dan Tindak Dugaan Pencemaran PLTU Batubara di Sumatera

Lingkungan

Feri Irawan Terpilih Secara Aklamasi

Lingkungan

Ekonom ini Duga Kasus Batubara Bengkulu Bisa Terjadi Jambi, Minta Kejagung Beri Atensi Khusus

Lingkungan

Diduga Limbah FABA Dibuang Sembarangan di Sarolangun, Warga Terancam Dampak Lingkungan
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!