LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Daerah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Tokoh Masyarakat Soroti Lokasi Upacara HUT RI ke-81 di Renah Mendaluh

LIPUTANTANJAB.COM – Ada apa dengan Camat Renah Mendaluh Suhardi yang nekad melaksanakan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di lokasi yang jelas-jelas merupakan daerah yang lahir setelah kemerdekaan?. Pertanyaan ini tidak bisa dianggap main-main karena terlontar dari Tokoh-tokoh masyarakat dan Tokoh adat Desa Lubuk Kambing yang merasa sangat kecewa akibat ulah camat yang melaksanakan Upacara HUT RI Ke-81 tidak di desa mereka melainkan di SP 2 Desa Lampisi.

Lubuk Kambing selain desa tertua, pusat pemerintahan dan ibukota kecamatan, juga merupakan pusat perjuangan dalam upaya merebut serta mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia khususnya di wilayah Kecamatan Renah Mendaluh. Para tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat menyayangkan sikap abai camat tersebut.

“Kami menilai camat suhardi telah mengabaikan kode etik kebangsaan dan perjuangan para pendahulu desa. Padahal camat itu putra daerah, tapi ibarat kato, lah kalah pulo limau dek benalu. Ini contoh kecil pemimpin yang tidak punya kredibilitas, jati diri dan penghianat kemerdekaan bagi lubuk kambing”, ungkap datuk Alwi salah satu tokoh masyarakat.

Baca Juga  Sijago Merah Kembali Melanda Rumah Warga Dilubuk Kambing

Lebih lanjut, datuk Alwi menambahkan sikap dan tindakan camat suhardi tersebut secara umum dinilai telah menyalahi etika berbangsa dan bernegara. Kalau seperti ini kata datuk, harga diri masyarakat Lubuk kambing telah diinjak-injak karena sudah tidak sesuai dengan pepatah adat yang sampai saat ini dipedomani yaitu dimano bumi dipijak disitu langit dijunjung, dimano aik diciduk, disitu pulo ranting dipatahkan. Bahkan kedepannya, peristiwa ini (jika dibiarkan) di tahun-tahun yang akan datang akan menjadi contoh dan teladan yang buruk.

Baca Juga  Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, Polri Menyekat 1.038 Titik Jalan

“Ibarat kato, anak tuo cucung tuo, kejadian ini akan menjadi dasar sekaligus referensi untuk generasi yang akan datang. Kedepannya bisa jadi upacara HUT RI bisa dilaksanakan dimana saja dan tidak menutup kemungkinan bahkan ibu kota kecamatan pun bakal bisa dipindah-pindah akibat pembiaran dan sikap abai camat ini. Sangat kami sayangkan karena kalau hal seperti ini saja diacuhkan, dianggap sepele, bakal berkembang biak perangai pendatang nak merajo-rajo di kampung rajo dan akan meraso di atas angin. Kecak betis nak betis, kecak lengan bak lengan, dak sehebat awak lagi orang-orang pribumi yang kalau mengingat sejarah, lubuk kambing ini tanah tumpah darah pejuang melawan penjajah ratusan tahun yang lalu, ” Bebernya dengan bahasa dan logat pribumi yang khas. (*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Timur

Bupati Tanjab Timur Hadiri Rapat Kordinasi Kebakaran Hutan dan Lahan tingkat Provinsi Jambi

Tanjab Barat

Misi Pengabdian, Tim Pengabdian Himaperi Unja Bersama Mapala Pamsaka Lakukan Penanaman Mangrove

Kota Jambi

Gubernur Jambi Serahkan Aset Kampus Pondok Meja Ke Unja

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Hadiri Sertijab Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Sambut Baik Kunker Ketua Komisi VIII DPR RI,

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Hadiri Haul Ke-5 Abah Guru Abdullah, Momentum Teladani Perjuangan Ulama

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Lantik 30 Pejabat di Lingkungan Pemkab Tanjung Jabung Barat
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!