LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Home / Sosial

Kamis, 2 April 2026 - 11:59 WIB

Sekber PSDH Jambi Himbau Waspada Bencana Karhutla 2026 di Provinsi Jambi

LIPUTANTANJAB.COM – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi Provinsi Jambi. Memasuki April 2026, musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dari biasanya, bahkan diperkuat dengan fenomena ekstrem yang disebut “Godzilla El Nino”.

Situasi ini memantik peringatan keras dari Sekretariat Bersama Pengelola Sumber Daya Hutan (Sekber PSDH) Jambi. Mereka menilai, tanpa langkah cepat dan tegas, Jambi berpotensi kembali terjebak dalam krisis asap seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Sekber PSDH Jambi, Feri Irawan, menyebut kondisi tahun ini tidak bisa dianggap biasa.

“Ini bukan sekadar kemarau. Kita menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa memperparah Karhutla. Semua pihak harus siaga dari sekarang,” tegasnya.

Berdasarkan data BMKG dan prediksi BRIN, El Nino kuat diperkirakan mulai aktif sejak April, memicu musim kering yang lebih panjang dan berisiko tinggi terhadap kebakaran.

Lonjakan Karhutla: Dari Terkendali ke Mengkhawatirkan

Data tiga tahun terakhir menunjukkan pola yang tak bisa diabaikan:

• 2023: 1.055 hektare terbakar
• 2024: melonjak tajam menjadi 6.797 hektare
• 2025: turun drastis ke 448,73 hektare

Penurunan di 2025 memang patut diapresiasi. Namun, angka 2024 menjadi alarm keras—terutama karena sebagian besar kebakaran terjadi di area konsesi perusahaan.

Baca Juga  Sosok Yuliansyah Fotografer dan Videografer asal Samarinda

Artinya, persoalan Karhutla bukan hanya faktor alam, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pengelolaan lahan.

Bukan Sekadar Api, Ini Soal Dampak Besar

Karhutla bukan hanya soal lahan terbakar. Dampaknya menjalar ke berbagai sektor:

• Ekonomi: Gagal panen, kerugian miliaran rupiah, hingga biaya pemadaman yang membengkak
• Kesehatan: Kasus ISPA meningkat, aktivitas sekolah terganggu
• Lingkungan: Kerusakan ekosistem di kawasan penting seperti TNKS dan Berbak-Sembilang

Jika dibiarkan, Karhutla juga mengancam komitmen penurunan emisi karbon yang sedang dijalankan di Jambi.

Tiga Titik Rawan yang Harus Diawasi

Sekber PSDH menyoroti beberapa titik krusial:

1. Lahan gambut kering di Muaro Jambi, Tanjab Barat, dan Tanjab Timur
2. Kemarau lebih awal yang membuat kesiapan lapangan belum optimal
3. Hotspot berulang di wilayah konsesi dan lahan terlantar

Tanpa pengawasan ketat, titik-titik ini berpotensi menjadi pemicu bencana besar.

Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Sekber PSDH menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh setengah hati.

Pemerintah diminta segera menetapkan status siaga darurat dan memperkuat koordinasi lintas instansi.

Perusahaan wajib memastikan sarana pencegahan berfungsi optimal dan tidak lepas tangan jika terjadi kebakaran di wilayahnya.

Baca Juga  Ratusan Jama'ah Padati Acara Haul Syekh Abdul Qadir Al Jilani di Parit Deli

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Pencegahan itu jauh lebih murah daripada pemadaman. Kalau terlambat, semua akan rugi,” kata Feri.

APHI Jambi: Perusahaan Sudah Siaga Satu

Di sisi lain, Ketua Komda APHI Jambi, Taufiqurachman, memastikan seluruh perusahaan pemegang izin telah bersiap.

“Kami sudah instruksikan audit sarana prasarana. Patroli dan menara pantau berjalan 24 jam,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Namun, pertanyaannya: apakah kesiapan ini benar-benar berjalan di lapangan, atau hanya sebatas laporan di atas kertas?

Jangan Tunggu Asap Datang

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, Karhutla selalu datang dengan pola yang sama: lambat diantisipasi, cepat meluas, dan mahal ditangani.

Jika semua pihak tidak bergerak sejak sekarang, bukan tidak mungkin Jam bi kembali diselimuti asap.

Target “Langit Biru” 2026 hanya bisa tercapai jika komitmen tidak berhenti di rapat dan imbauan—tetapi benar-benar dijalankan di lapangan.

Kontak Media
Sekber PSDH Provinsi Jambi
📧 jambi.sekberpsdh@gmail.com (rill)

Share :

Baca Juga

Sosial

Penggiat Lingkungan Bersama Mapala Pamsaka Harap Capres Atasi Isu Lingkungan Secara Konkrit

Sosial

Pererat Silaturahim, PAC LDII Tungkal Harapan Adakan Pengajian Wisata

Mapala

Peduli Ekosistem Mangrove, Mapala Pamsaka Kampus Stai An-Nadwah Kuala Tungkal Lakukan Penanaman

Sosial

Profil Maulana Content Creator asal Malang

Sosial

Relawan Mak Ganjar Tanjab Barat Bersama Majelis Al Huda Bermunajat untuk Kemenangan GAMA

Sosial

PPPRI Tanjab Barat Paparkan 7 Poin Pencegahan Penyebarluasan Sampah

Sosial

BPBD Menerima Audensi Senkom Tanjab Barat Untuk Berikan Pelatihan Karhutla

Mapala

Ketua Mapala Pamasaka 2022-2023 Miftahul Amin : mahasiswa peduli pada tanggung jawab akademis, lingkungan, serta dunia sosial.
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!