LIPUTANTANJAB.COM – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Cabang Kuala Tungkal menyalurkan dua program strategis, yakni Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Bantuan Pangan (Bapang), guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran.
Kepala Cabang Bulog Kuala Tungkal, Reny Lelianda, mengatakan bahwa penyaluran kedua program tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia. Program ini diharapkan menjadi instrumen intervensi harga pasar, mengingat harga beras yang belakangan ini terus merangkak naik.
“Bulog bergerak cepat untuk memastikan ketersediaan beras dan memudahkan masyarakat dalam mengakses beras SPHP di pasar, khususnya untuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur”.ujar Reny, Kamis (18/7), dalam keterangan resminya kepada media.
Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan Polri, dan Babinsa untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan sesuai prosedur serta menjaga stabilitas harga di pasar. Para pihak juga akan memantau penjualan oleh para pengecer agar tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Merujuk pada Keputusan Kepala Bapanas Nomor 215 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan SPHP, mitra penyalur diwajibkan mematuhi sejumlah aturan. Di antaranya adalah larangan mencampur beras SPHP dengan jenis beras lain, pembatasan pembelian maksimal dua pak atau 10 kilogram per konsumen, serta larangan memperjualbelikan kembali beras SPHP.
Selain program SPHP, Bulog juga mendistribusikan beras melalui program Bantuan Pangan (Bapang). Sesuai arahan Bapanas, distribusi dilakukan secara sekaligus untuk alokasi dua bulan, yakni Juni dan Juli 2025. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, dengan total 20 kilogram selama dua bulan.
“Kami memastikan beras yang disalurkan merupakan beras dengan mutu dan kualitas terbaik yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tambah Reny.
Rilis resmi dari Bulog menyatakan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar.
Langkah ini menegaskan kembali peran strategis Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengendalian harga serta penyediaan beras terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (win)









