•   LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Kota Jambi

Rabu, 23 September 2026 - 16:56 WIB

HTN 66 Tahun : Carut Marut FPKM (Plasma) 20% di Jambi, Menguntungkan Rakyat atau Korporasi??

LIPUTANTANJAB.COM – Realisasi program fasilitasi pembangunan kebun masyarakat atau plasma sebesar 20 persen berdasarkan Permentan 18 Tahun 2021 masih menghadapi berbagai persoalan di sejumlah wilayah perkebunan di Jambi. Program yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar perkebunan tersebut kerap menjadi sumber pertanyaan terkait pelaksanaan dan pengelolaannya.

Persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan, tetapi juga menyangkut kejelasan penerima manfaat, penetapan calon petani, status dan luas lahan, pembangunan kebun, pengelolaan kebun, hingga transparansi hasil produksi.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan sejauh mana program 20 persen telah direalisasikan dan apakah manfaatnya telah benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar perkebunan.

Masyarakat juga membutuhkan informasi yang terbuka mengenai berapa luas kebun yang telah difasilitasi, siapa saja penerimanya, bagaimana mekanisme penetapannya, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kebun.

Baca Juga  Peringatan HANI 2026: BNN Jambi Kobarkan Semangat Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Tanpa Narkoba

Persoalan lain dapat muncul ketika terdapat perbedaan pemahaman antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, koperasi, dan perusahaan mengenai mekanisme pelaksanaan program. Tanpa data dan komunikasi yang terbuka, perbedaan tersebut berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidakpercayaan.

Karena itu, realisasi program 20 persen perlu diawasi secara bersama. Pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, pemerintah desa, serta perwakilan masyarakat perlu memastikan setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat, yang paling penting bukan sekadar terpenuhinya angka 20 persen di atas dokumen, melainkan adanya kebun yang benar-benar dibangun, dikelola secara jelas, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi kepada petani penerima.

Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan keterbukaan data mengenai luas areal, lokasi kebun, daftar penerima, bentuk fasilitasi, biaya pembangunan, serta hasil pengelolaan kebun.

Baca Juga  Gubernur Jambi Buka Secara Resmi Festival Batang Hari

Dengan pengawasan dan transparansi yang lebih kuat, program plasma 20 persen diharapkan tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

Persoalan kemudian bukan hanya menyangkut angka 20 persen, tetapi juga bagaimana program tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di sekitar wilayah perkebunan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya transparansi antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, koperasi atau kelompok tani, dan masyarakat penerima manfaat. Data mengenai luas areal, status lahan, jumlah penerima, serta bentuk fasilitasi perlu dapat diperiksa oleh masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

Gubernur Jambi Serahkan Aset Kampus Pondok Meja Ke Unja

Kota Jambi

Aliansi Petani Jambi Menggugat Penertiban Kawasan Hutan Mengancam Hak Masyarakat dan Lingkungan di Provinsi Jambi

Kota Jambi

Ketua TP-PKK Provinsi Ajak Dharma Wanita Menggali Potensi Kekayaan  Budaya Jambi

Kota Jambi

Bupati Muaro Jambi Dinilai Jadi Pemicu Konflik Batas Desa, Perbub 16/2018 Didesak Dibekukan

Kota Jambi

Gubernur Jambi Membuka Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa 2021

Kota Jambi

Kejuaraan Tarung Derajat Pelajar se-Jambi 2025: Ajang Cetak Bibit Unggul dan Mental Juara

Kota Jambi

Indikasi Kejahatan PT GAL, Perkumpulan Hijau : Bencana Tinggal Menunggu Waktu Motorarium lah Segera

Kota Jambi

Perusahaan Tambang Pemasok PLN Hancurkan Kehidupan Orang Rimba di Batanghari
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!