Cine Vidya, Sinema Kajang Lako Dorong Sineas Muda Jambi Menggali Cerita dari Warisan Budaya

Avatar

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANTANJAB.COM — Komunitas film Sinema Kajang Lako kembali menghadirkan program pengembangan kapasitas sineas daerah melalui Cine Vidya , sebuah program workshop dan produksi film yang berlangsung pada 28 Juli hingga 16 Agustus 2026.

Program ini didukung melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi. Cine Vidya dirancang tidak sekadar sebagai ruang belajar teori perfilman, tetapi sebagai proses pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan, praktik produksi, serta eksplorasi warisan budaya sebagai sumber penciptaan karya film.

Sebanyak 18 peserta terpilih mengikuti program ini setelah melalui proses kurasi dan seleksi. Para peserta menjalani rangkaian pembelajaran secara bertahap, mulai dari pengembangan dan penulisan cerita, pra-produksi, produksi, pascaproduksi, hingga penayangan karya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggali Cerita dari Warisan Budaya Muaro Jambi

Salah satu sesi penting dalam Cine Vidya adalah materi “Objek Cagar Budaya sebagai Inspirasi Cerita Film” yang akan disampaikan oleh Abdul Haviz (Ahok).

Abdul Haviz, yang akrab disapa Ahok, merupakan budayawan, pelestari seni, dan pemandu wisata senior di kawasan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Selama bertahun-tahun ia aktif mengedukasi masyarakat dan wisatawan mengenai sejarah, nilai budaya, serta tradisi yang hidup di sekitar kompleks percandian Muaro Jambi, sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya melalui keterlibatan masyarakat.

Kehadiran Ahok menjadi penting karena materi yang dibawakannya mengajak peserta melihat objek cagar budaya bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai ruang yang menyimpan beragam kemungkinan cerita.

Kawasan cagar budaya, situs, bangunan, artefak, lanskap, tradisi, maupun kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya dapat menjadi titik awal untuk menemukan karakter, konflik, peristiwa, pengalaman manusia, serta gagasan visual yang kemudian dikembangkan menjadi cerita film.

Melalui perspektif tersebut, peserta Cine Vidya didorong untuk lebih peka membaca lingkungan dan warisan budaya sebagai bahan riset kreatif, bukan sekadar menjadikannya latar belakang gambar.

Belajar dari Pengalaman Sutradara Tilik

Selain menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman panjang dalam pelestarian budaya, Cine Vidya juga menghadirkan praktisi film dari luar daerah, salah satunya Wahyu Agung Prasetyo, sutradara film pendek Tilik (2018).

Tilik merupakan film pendek produksi Ravacana Films yang mengangkat realitas sosial dan budaya masyarakat melalui kisah perjalanan sekelompok warga yang menjenguk seorang kepala desa di rumah sakit.

Pengalaman Wahyu menjadi relevan bagi peserta Cine Vidya karena Tilik memperlihatkan bagaimana realitas kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita film. Film tersebut berangkat dari fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan kemudian dikembangkan menjadi narasi sinematik.

Kehadiran para narasumber dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif peserta. Mereka tidak hanya belajar bagaimana membuat film, tetapi juga bagaimana menemukan cerita, melakukan riset, memahami konteks budaya, dan menerjemahkan realitas lokal ke dalam bahasa sinema.

Setelah mengikuti rangkaian workshop, peserta akan memasuki tahapan penciptaan film melalui proses pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Tahapan tersebut menjadi ruang praktik bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama workshop.

Proses ini kemudian akan ditutup dengan penayangan karya pada 15–16 Agustus 2026.

Dengan demikian, Cine Vidya tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi ruang belajar yang membawa peserta dari menemukan gagasan, mengembangkan cerita, memproduksi film, menyelesaikan karya, hingga mempertemukannya dengan penonton.

Cine Vidya 2026
Sinema Kajang Lako

Didukung oleh:
Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi.

Berita Terkait

Respons Kabut Asap, PT Rimba Hutani Mas Bagikan Masker kepada Warga di Dua Desa Binaan
Yayasan CAPPA Gelar Talkshow “Malapetaka Jerebu”: Melenyapnya Hak Anak Masyarakat Adat
Sekum LDII Tegaskan Komitmen Pengabdian LDII untuk Bangsa di Jambi
Kalian Punya Jabatan, Kami Punya Massa! Buruh PTPN 4 Tolak Mundur Sebelum Dua Manajer Dicopot! Senin 28 September 2026 1000 Buruh Pastikan PTPN 4 Jambi Lumpuh Total!
WALHI Jambi: BPGMN Jangan Menjadi Pengulangan Kegagalan BRGM Dalam Tata Kelola Gambut dan Impunitas Korporasi
PERSINAS ASAD Jambi Panen 3 Emas di SWARNA DWIPA Championship Palembang
Di Balik Label Energi Terbarukan, LTB Soroti Deforestasi dan Ancaman Ruang Hidup dari Konsesi PT HAN di Jambi
HTN 66 Tahun : Carut Marut FPKM (Plasma) 20% di Jambi, Menguntungkan Rakyat atau Korporasi??
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:34 WIB

AOPGI dan ALTI Tanjab Barat Latihan Bersama, Siapkan Penggiat Olahraga Hadapi FORPROV KORMI Jambi 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Penanganan dan Dampak Kesehatan Jadi Perhatian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Karang Taruna Sarolangun Kepung PT SLUM, 11 Tuntutan Bongkar Dugaan Masalah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Karang Taruna Soroti Segudang Masalah PT SLUM: Kematian Pekerja, HGU, hingga Pasokan Sawit dari Kawasan Hutan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Optimalkan Fungsi Kantor, GAPERKASINDO Jambi Benahi Gedung Dua Lantai

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kasus Ikhwan Belum Tuntas, OJK Turun Memfasilitasi, Ombudsman Segera Bahas Laporan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Praktik Kotor Leasing ACC di Bungo, Korban Minta Polisi Turun Tangan: Ini Kronologinya?

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Betaria Kriswanda Pimpin MAPALA PAMSAKA UINKA Periode 2026/2027 Resmi Dilantik, Pengurus MAPALA

Berita Terbaru