LIPUTANTANJAB.COM – Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah/Beras Tahun 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur digelar di Kecamatan Geragai, Desa Kota Baru, Rabu (18/02/26), sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan serapan hasil panen petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini melibatkan unsur TNI AD, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal. Rapat tersebut bertujuan menyatukan persepsi dan strategi guna memastikan target penyerapan gabah dan beras tahun 2026 dapat tercapai sesuai ketentuan pemerintah.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal, Reny Lelianda, menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor serta dukungan seluruh pihak di lapangan. Menurutnya, Bulog terus berkomitmen hadir di tengah petani dengan memberikan kemudahan mekanisme pembelian serta memastikan harga sesuai regulasi yang berlaku.
“Koordinasi ini penting agar proses penyerapan berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan kepastian bagi petani,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, disepakati pentingnya optimalisasi peran kelompok tani dengan pendampingan PPL agar proses pengumpulan dan penjualan gabah dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga Bulog dapat melakukan pembelian secara langsung dan terjadwal di lokasi panen.
Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi, diharapkan penyerapan gabah dan beras di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2026 dapat berjalan optimal, sekaligus menjaga stabilitas harga serta ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.










