Intervensi Politik dalam Pemilihan BEM FH UNJA Picu Kekhawatiran akan Hilangnya Independensi Mahasiswa

Avatar

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANTANJAB.COM – Kontestasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Jambi kembali menyita perhatian. Namun, perhatian kali ini bukan pada adu gagasan, melainkan pada dugaan keterlibatan aktor eksternal kampus dalam proses pemilihan tersebut. Salah satu nama yang mencuat adalah Ansori, anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dapil Tebo.

Mahasiswa dari berbagai angkatan mempertanyakan mengapa politisi aktif bisa punya kepentingan dalam pemilihan BEM—lembaga yang seharusnya menjadi representasi aspirasi mahasiswa, bukan kepanjangan tangan partai politik.

“Kalau benar ada intervensi, ini preseden buruk bagi demokrasi kampus. Independensi kita sebagai mahasiswa dipertaruhkan,” ujar Armando salah satu mahasiswa FH UNJA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara ideal, mahasiswa adalah _agent of change_ dan _social control._ Ketika terlibat dalam politik praktis, apalagi dengan afiliasi langsung ke partai tertentu, mahasiswa kehilangan posisi netralnya sebagai penjaga moral publik. Di Fakultas Hukum, tempat di mana nilai keadilan dan etika profesi ditegakkan, hal ini menjadi ironi besar.

*“Jangan gadaikan Fakultas Hukum ke partai politik (PAN) atau siapa pun.”* Seruan ini mulai bergema di tengah mahasiswa, sebagai respons atas dugaan politisasi ruang mahasiswa oleh kekuatan eksternal. Kampus seharusnya menjadi tempat penguatan nalar kritis, bukan ladang investasi politik elektoral.

Keterlibatan pihak eksternal seperti anggota legislatif menimbulkan tanda tanya besar:
Apakah ini bagian dari agenda jangka panjang partai politik dalam membentuk kader loyal sejak bangku kuliah?
Apakah suara mahasiswa masih murni, atau sudah dikalkulasi untuk kepentingan elektoral?

*Kampus harus tetap menjadi ruang bebas berpikir, bukan panggung politik partisan.* Otonomi kampus adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan. Kini saatnya mahasiswa FH UNJA berdiri menjaga marwah fakultas—agar tidak digadaikan kepada siapa pun, terlebih pada partai politik.

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-61, Golkar Kota Jambi Tebar Kepedulian Lewat Bakti Sosial dan Santunan Yatim
Waka I DPRD Tanjab Barat Ucapkan Selamat Idul Fitri Kepada Seluruh Umat Muslim yang Merayakan.
Tim Pemenangan Cici-Mukhlis Wilayah Ulu Dan Tebing Konsolidasi Pemantapan Tim
Pengukuhan Tim Pemenangan Ciis Merlung, Ini Pesan Korwil Linda Siregar
Meriahnya Jalan Sehat Masyarakat Tanjab Barat Bersama Pak Muhlis
Jalan Sehat Dapat Doorprize, Dari Cici-Mukhlis Untuk Masyarakat Tanjab Barat
Menyikapi isu dukung Hairan, HMI Tanjab Barat buka suara
Senkom Mitra Polri Bersilaturahmi dan Serahkan Laporan Kegiatan tahun 2023 ke Kesbangpol Tanjab Barat
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:27 WIB

Reses DPRD Tanjab Barat, Sjafril Simamora Serap Aspirasi Warga Dapil I

Selasa, 2 Juli 2024 - 00:59 WIB

Dokter Spesial Hemodialisa RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Masih Kosong

Selasa, 26 Maret 2024 - 12:53 WIB

DPRD Tanjab Barat Gelar Parupurna Pertama Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Tahun 2023

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:31 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Ikuti Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Selasa, 20 Juni 2023 - 22:01 WIB

DPRD Tanjab Barat Gelar FGD Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi

Kamis, 8 Juni 2023 - 13:20 WIB

Bupati Tanjab Barat di Dampingi Kepala Kesbangpol Buka Kegiatan P4GN Bagi Aparatur Pemerintah

Rabu, 7 Juni 2023 - 15:50 WIB

Jalin Silaturahmi, Waka DPRD Tanjab Barat Ucok Mora Gelar Reses Di Desa Kuala Kalar

Selasa, 6 Juni 2023 - 19:21 WIB

Wabup Tanjab Barat Hadiri Rapat Paripurna Ketiga, Tanggapan Bupati Atas Pemandangan Umum Anggota DPRD

Berita Terbaru