•   LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Tanjab Barat

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:18 WIB

Perempuan dan Masa Depan kepemimpinan Tanjung Jabung Barat

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

LIPUTANTANJAB.COM Kondisi masyarakat Indonesia saat ini sudah diprediksi sebagaimana bahwa suatu saat nanti perempuan akan mengambil alih semua peran dalam berbagai sektor kehidupan. Perempuan saat ini benar-benar telah memasuki ranah publik sebagai bentuk aktualisasi diri untuk turut mewujudkan pembangunan nasional maupun daerah yang sebelumnya bergantung pada laki-laki. namun kini peran antara laki-laki dan perempuan sama-sama berjuang untuk menciptakan keberhasilan dalam pembangunan Indonesia.

Peran perempuan dalam demokrasi dan politik lokal di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir. sebut saja Serly Laos di Maluku Utara , Khofifah IF di jawa timur, bunda Eva dilampung, Keterlibatan perempuan kini semakin terlihat di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten/kota, hal ini menjadi indikator penting bahwa demokrasi Indonesia bergerak ke arah yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan. Tren positif ini menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga aktor strategis dalam menentukan arah kebijakan publik.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan afirmatif pemerintah, seperti aturan 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan daftar calon legislatif. Kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk hadir sebagai pengambil keputusan dan pemimpin lokal yang berpengaruh. Di berbagai wilayah, perempuan kini menempati posisi penting seperti anggota DPRD, kepala OPD, penyelenggara pemilu, kepala desa, hingga tokoh masyarakat yang aktif dalam proses advokasi dan pembangunan sosial.

Baca Juga  Kapolres Tanjab Barat Pimpin Langsung Acara Penyembelihan Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha 1446H

Di Provinsi Jambi sendiri baru dua wilayah yang pernah dipimpin oleh perempuan, dulu pernah kabupaten muaro Jambi dan saat ini adalah kabupaten Tanjung Jabung Timur. Salah satu Aktivis Sosial kerakyatan Christian Napitupulu mengatakan kedepannya Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah layak dipimpin oleh Perempuan, karena beberapa Pekerjaan rumah yang harus dipikirkan kedepannya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat itu adalah permasalah sosial kerakyatan, Ia mengatakan dengan jumlah PAD Tanjung Jabung Barat yang sangat besar , saat ini belum mampu menyentuh permasalahan sosial sampai ketitik terendahnya.

Terbukti dari data BPS Persentase kemiskinan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada pada kisaran 9,54% hingga 9,67% dari total penduduk atau setara 33 ribu jiwa sementara tingkat stunting diangka 6,65%, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tercatat sebesar 3,12%. “ Perempuan sendiri memiliki perspektif yang lebih detail dalam isu pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan pelayanan publik. ketika mereka terlibat dalam proses kebijakan, hasilnya lebih inklusif dan berdampak langsung pada masyarakat,” Kehadiran perempuan terbukti membawa gaya kepemimpinan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Baca Juga  Ormas Rajawali Sakti Angkat Bicara, Isu Penundaan Pemilu 2024

Namun, tantangan masih tetap ada. Budaya patriarki serta minimnya pendidikan politik masyarakat, Persepsi masyarakat terhadap kehadiran perempuan dalam ranah politik disuatu daerah sebagian besar masih berbeda, mereka memandang kepemimpinan sebagai ranah laki-laki, terutama di wilayah pedesaan. masyarakat tradisional sering kali memiliki pandangan bahwa peran perempuan lebih cocok di ranah domestik dan keluarga namun ada juga perubahan sikap, terutama di kalangan generasi muda dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mereka cenderung lebih menerima perempuan sebagai pemimpin dan menghargai kualitas kepemimpinan mereka, seperti kemampuan untuk mendengarkan dan mengayomi masyarakat. Pemimpin perempuan yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan terkait kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan mulai mendapatkan apresiasi lebih .

Tidak mungkin kedepannya Kabupaten Tanjung Jabung Barat dipimpin oleh perempuan melihat hampir 30 Tahun kepimpinan Tanjung Jabung Barat oleh Laki – laki hanya berfokus pada pembanguan fisik, namun tidak menyentuh sampai ketingkatan sosial masyarakat.

Oleh : Christian Napitupulu ( Aktivis Sosial Kerakyatan )

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Puncak Peringatan Hari Kartini ke 142 Di Tanjab Barat

Kota Jambi

Pengakuan Kepala Desa Sekancing Soal Setoran Oknum Aparat Cederai Citra Polri, Aktivitas PETI di Merangin Makin Masif”

Tanjab Barat

Penguatan Literasi Daerah, Wakil Bupati Tanjab Barat Pimpin Rapat IPLM

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Gelar Pertemuan Dengan BPJN Jambi

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Beri Tanggapan Soal Isu Penculikan Anak

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Tinjau Langsung Infrastuktur Yang Mulai Rusak Dikecamatan Betara

Tanjab Barat

Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat Hadir Pelepasan Distribusi Logistik Pemilu

Tanjab Barat

Wabup Tanjab Barat Kembali Ikut Rakernas Dua Dasawarsa ADPMET di Jawa Barat
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!