Bupati Anwar Sadat Apresiasi Dukungan KLH dan Komisi XII DPR RI, Ajak Masyarakat Kelola Sampah dari Sumber

Avatar

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANTANJAB.COM – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Penanganan Sampah, Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta Pengelolaan Limbah B3 di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kementerian Lingkungan Hidup tersebut secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. H. Syarif Fasha, S.E., M.E. Program ini dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan persampahan, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian SDA Setda Tanjung Jabung Barat, Camat Tungkal Ilir, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tungkal Ilir, pengelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), mahasiswa, pegiat lingkungan, Tim TPS3R, serta peserta sosialisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Dr. H. Syarif Fasha menyampaikan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi isu nasional yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari sekadar mengangkut sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi pengurangan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga.

“Pemerintah menargetkan pengurangan sampah minimal 30 persen dari sumbernya. Karena itu, diperlukan partisipasi aktif masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Kami juga berharap lahir komunitas-komunitas peduli lingkungan yang dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat,” ujar Syarif Fasha.

Ia menambahkan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini masih berada dalam status pengawasan pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan status tersebut dapat meningkat menjadi daerah pembinaan pada tahun mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi XII DPR RI atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui pelaksanaan Bimtek dan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Bupati menjelaskan bahwa persoalan persampahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menghadapi berbagai tantangan. Saat ini sekitar 100 ton sampah dari wilayah Kuala Tungkal diangkut setiap hari menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penanganannya masih terkendala keterbatasan armada pengangkut, jumlah personel, kemampuan anggaran daerah, serta kondisi geografis wilayah.

“Kondisi geografis Tanjung Jabung Barat sangat unik karena dipengaruhi pasang surut air laut, lahan gambut, dan rawa basah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam tata kelola persampahan. Di sisi lain, masih terdapat sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga diperlukan edukasi dan perubahan perilaku secara berkelanjutan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam ekosistem perairan. Sebagai salah satu daerah penghasil ikan dan udang di Provinsi Jambi, pencemaran sampah plastik berpotensi menimbulkan mikroplastik pada biota laut yang berdampak terhadap kualitas hasil perikanan dan kesehatan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah mengadakan satu unit mesin pemilah sampah yang ditempatkan di TPA Lubuk Terentang untuk mendukung proses pemilahan dan mengurangi volume residu. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD), kelompok tani, maupun koperasi lainnya dalam pengelolaan hasil pemilahan sampah agar memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, Pemkab Tanjung Jabung Barat secara rutin melaksanakan pembersihan drainase pada malam hari melalui tim lintas perangkat daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengangkat tumpukan sampah dan sedimen, menjaga kelancaran aliran air, mengurangi potensi banjir, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada siang hari.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mulai membiasakan memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga sehingga hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir.

“Keberhasilan penanganan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan seluruh masyarakat, pelaku usaha, dunia pendidikan, dan komunitas agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Saya mengapresiasi dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Bapak Dr. H. Syarif Fasha yang telah memberikan perhatian terhadap upaya penanganan persampahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Semoga melalui kegiatan ini lahir semakin banyak pegiat lingkungan yang menjadi mitra strategis pemerintah,” tutup Bupati.

Melalui kegiatan Bimtek dan Sosialisasi Penanganan Sampah, Kedaruratan Pengelolaan B3, serta Pengelolaan Limbah B3 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan menuju Tanjung Jabung Barat yang bersih, sehat, dan lestari.(**)

Berita Terkait

AOPGI dan ALTI Tanjab Barat Latihan Bersama, Siapkan Penggiat Olahraga Hadapi FORPROV KORMI Jambi 2026
Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Penanganan dan Dampak Kesehatan Jadi Perhatian
Karang Taruna Sarolangun Kepung PT SLUM, 11 Tuntutan Bongkar Dugaan Masalah
Peduli Dampak Karhutla, BB 1% MC Jambi Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker
Karang Taruna Soroti Segudang Masalah PT SLUM: Kematian Pekerja, HGU, hingga Pasokan Sawit dari Kawasan Hutan
Optimalkan Fungsi Kantor, GAPERKASINDO Jambi Benahi Gedung Dua Lantai
Kasus Ikhwan Belum Tuntas, OJK Turun Memfasilitasi, Ombudsman Segera Bahas Laporan
Praktik Kotor Leasing ACC di Bungo, Korban Minta Polisi Turun Tangan: Ini Kronologinya?
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:34 WIB

AOPGI dan ALTI Tanjab Barat Latihan Bersama, Siapkan Penggiat Olahraga Hadapi FORPROV KORMI Jambi 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Kabut Asap Selimuti Kuala Tungkal, Penanganan dan Dampak Kesehatan Jadi Perhatian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Karang Taruna Sarolangun Kepung PT SLUM, 11 Tuntutan Bongkar Dugaan Masalah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Karang Taruna Soroti Segudang Masalah PT SLUM: Kematian Pekerja, HGU, hingga Pasokan Sawit dari Kawasan Hutan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Optimalkan Fungsi Kantor, GAPERKASINDO Jambi Benahi Gedung Dua Lantai

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kasus Ikhwan Belum Tuntas, OJK Turun Memfasilitasi, Ombudsman Segera Bahas Laporan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Praktik Kotor Leasing ACC di Bungo, Korban Minta Polisi Turun Tangan: Ini Kronologinya?

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Betaria Kriswanda Pimpin MAPALA PAMSAKA UINKA Periode 2026/2027 Resmi Dilantik, Pengurus MAPALA

Berita Terbaru