LIVE TV
Harga Beras Normal dan Ketersediaan Stok Beras Mencukupi di Kab. Tanjab Barat Ribuan Masyarakat Tebing Tinggi Hadiri Kampanye Caleg DPRD Tanjab Barat NOVA ANGGUN SARI, SH, M.Kn Polres Tanjab Barat Ungkap Penyelundupan Sabu 3 Kg di Kuala Tungkal Kapolsek Hans Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimcam dan Perusahaan Bahas Nataru dan Pemilu 2024 Kadiv Humas Polri Cek Kesiapsiagaan Personil serta Peralatan Pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Home / Ekonomi

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 20:22 WIB

Petani Menjerit, Harga Pinang Tak Kunjung Naik

LIPUTANTANJAB.COM – Ratapan Petani Pinang tampaknya semakin mendalam, sebab harga Buah Pinang yang tak kunjung naik hingga saat ini khususnya di Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara.

Hal itu dikatakan oleh salah seorang petani pinang, Sudin (50) turut khawatir karena tidak ada kenaikan harga jual pinang per-kilogram nya, terhitung sejak pada bulan Juni tahun 2022, sampai dengan sekarang. Sabtu,27/08/22

“Harga pinang turun berkejut, dari yang harga Rp 9.000/kilonya terakhir pada bulan Mei. Tetapi sejak masuk bulan puasa sampai sekarang tidak ada kenaikan harga lagi, malah semakin turun harganya”, tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Tanjab Barat dan Bank Jambi bahas kantor cabang di Tebing Tinggi

Sudin menyebutkan, harga pinang sekarang hanya kisaran 4.500/kilogram, untuk proses yang cepat. Sementara jika pinang tersebut dijemur terdahulu, mencapai kisaran 6.000/kilogram.

“Kebanyakan disini, pinang nya dikupas langsung jual, harga kisaran 4.500/kilogram, tetapi ada juga beberapa petani yang sistemnya dibelah lalu dicungkil”, tuturnya.

Keresahan tersebut juga berdampak kepada buruh upah pinang Siah (35), menyebutkan bahwa sebelum harga pinang turun anjlok dibawah 5000/kilogramnya, buruh upah pengupas pinang mencapai 2000/kilonya.

“Kalau sekarang kami mengambil upah ngupas pinang, sekitar Rp, 1300 – 1600/kilogramnya, dulu waktu harga pinang masih sampai diatas Rp 10.000/kilogramnya, upah kami pengupas bisa mencapai Rp 2.000 perkilogramnya,” tuturnya.

Baca Juga  Sampah Menjadi Isu Dunia, Mapala Pamsaka Bagaikan Kantong Platik Kerumah Warga

Sementara itu, turut disampaikan oleh penampung pinang Kelurahan Betara Kiri Ridwan, mengatakan harga pinang setelah dikupas seharga Rp 4.500/kilogram. Sementara jika pinang pengelolaannya dengan cara dibelah dijemur lalu dicungkil, yang kering bisa kisaran Rp 7.000 sampai Rp 8.000/kilogram.

“Pinang yang masih basah cuman Rp 4.500/kilonya, tapi kalau pinang kelotok bisa sampai Rp 8.000/kilonya,” bebernya. (Wis)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Kesal,Masyarakat Terentang Gruduk Mapolsek, Gas Elpigi Hilang Dari Peredaran Ada Apa Ya?

Ekonomi

Wabup Tanjab Barat Hadiri Puncak Festival Candi Muara Jambi XVI Tahun 2021

Ekonomi

Optimalkan Pelayanan, Dihari Libur Bulog Kanca Kuala Tungkal Tetap Layani Masyarakat

Ekonomi

Pencegahan Dan Pengawasan Kekayaan Intelektual

Ekonomi

Bupati Tanjab Barat Kunjungi Warga Tidak Cukup Gizi di RSUD Daud Arif Kuala tungkal

Ekonomi

Inovasi Masyarakat Teluk Kulbi, Dari Limbah Sampah Upih Pinang Menjadi Batu Arang

Ekonomi

Pemkab Tanjab Barat Sidak Harga Sembako menjelang Hari Raya Idul Adha

Ekonomi

Kedai Kopi Kuale Bersama Rumah Produksi Kopi Liberika Haji Bangun Ikut Meramaikan Jambi Kopi Week
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!