LIVE TV
Isu Tak Berdasar Yang Menerpa Kapolsek Tebing Tinggi Ternyata Hoax Menindaklanjuti Arahan Presiden, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Kurve Cinta Ditolak, Seorang Pria Tewas Gantung Diri Di Tanjab Barat Kapolsek Tebing Tinggi Pimpin Ungkap Kasus Pencurian Aki Mobil Yang Sering Meresahkan Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) Tanjab Barat Survei Produk Bahan Pokok Masyarakat di Pasar Ritel Modern Kuala Tungkal

Home / Sosial / Tanjab Barat

Selasa, 22 Februari 2022 - 15:16 WIB

Memperingati Hari Peduli Sampah, Relawan Peduli Sampah Surve Kawasan Sekiran Kuala Tungkal

Liputantanjab.com – Dalam Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang Bertepat Pada Tanggal 21 Februari 2022, Relawan Peduli Sampah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Melakukan Surve Kondusi Lingkungan Sekitar Kota Kuala Tungkal, selasa (22/02).

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri sampah juga menjadi persoalan yang belum terselesaikan, dalam sehari rata-rata produksi sampah masyarakat Tanjab Barat mencapai 239 ton perhari, dikutip dari radarjambi.co.id

“Mayoritas sampah diproduksi dari rumah tangga, seperti plastik dan lain sebagainya, dan saat ini DLH  sendiri hanya mampu mengangkut 41 ton perhari dan selebihnya masyarakat membuang sampah tersebut ke anak sungai, bawah rumah dan ke laut”.

Dijelaskan oleh Relawan Peduli Sampah, Seperti diketahui dampak dari persoalan sampah terhadap lingkungan sangatlah jelas, mulai dari pencemaran laut, pencemaran sungai, menghambat proses air tanah, pencemaran tanah dan membuat air serta tanah menjadi tidak sehat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Tanjab Barat Abdullah Hadiri Kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

Dari hasil surve di Kuala Tungkal kebanyakan masyarakat dominan membuang sampah dihalaman depan rumah atau dibelakang rumah yang merupakan sungai dan TPS yang tersedia tidak dapat dimamfaatkan seperti selaknya,  ucap relawan.

“Tidak hanya itu, saat sampah berada di daratan dan kemudian dibakar, banyak yang tidak menyadarinya bahwa hal itu ternyata juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang baru”.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan penuh sampah ini juga secara langsung akan terdampak seperti lingkungan kotor, polusi sampah, yang bisa memicu terjadinya masalah kesehatan salah satunya yang paling mendominasi adalah gangguan pernapasan.

Serta, dampak berupa bencana hidrometeorologi juga bisa terjadi akibat penumpukan sampah ini. Gas metana yang dihasilkan dari sampah organik tidak terkelola akan meningkatkan terjadinya pemanasan global (global warning), lanjutnya.

Salah satu masyarakat yang peduli, mengatakan sangat berharap pemerintah peka terhadap ini, bisa menciptakan solusi dan aksi nyata terkait pengurangan sampah di Tanjab barat khusunya kuala Tungkal.

Baca Juga  Dalam Rangka Percepatan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen, BIN Lakukan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Kuala Tungkal

“Selama ini kami hanya melihat pembuangan sampah dgn metode memindahkan ke TPA supaya tidak terlihat dan mengganggu ke indahan kota. Kita harus lebih serius lagi untuk melihat soal sampah dan bagaimana cara mengelola itu dengan baik lagi”.

Kerjasama pemerintah dan masyarakat juga harus terjalin dalam mengatasi persoalan ini,
Bagaimana menjalin kerjsama terhadap pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang, harap masyarakat.

Maka dari itu, sebelum terlambat ayo kita sama-sama memulai untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan dan sekitar kita, mulai dari diri sendiri dan saling mengingatkan akan pentingnya lingkungan bagi masa depan bumi dan ekosistem untuk generasi yg akan datang.
Jangan tinggalkan noda keruskan yg kita buat untuk generasi, tutup relawan.

 

Penulis : Vanholand

Editor   : Lazuari Yudha

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat Bersama Ketua TP PKK Hj. Fadhilah Sadat Hadiri Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Jelang HBKN 2026

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Harap KMJKS Tanjabbar Berperan Aktif Mendukung Program Pemerintah

Tanjab Barat

Wakil Ketua 2 DPRD Tanjab Barat Hadiri Pembukaan MTQ ke-12 di Desa Terjun Gajah Kecamatan Betara

Tanjab Barat

Bupati  Tanjab Barat Hadiri Pelantikan 35 Anggota DPRD Tanjab Barat Periode 2024-2029

Tanjab Barat

Gebrakan BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Tanjung Jabung Barat
1 Buah Labu Madu seberat 2 Kg

Tanjab Barat

Budidaya Labu Madu dan Sayur Mayur di Kabupaten Tanjab Barat

Sosial

Sampah Bisa Menjadi Berbahaya Dan Berkah, Kata Gusti Pemerhati Lingkungan

Tanjab Barat

MAPALA OASE dan WALHI Gelar Dialog Kebijakan Industri, Kritik Menguat atas Tertutupnya Pemerintah
error: Maaf Jangan Biasakan Copas Berita !!